Sinergi RRI dan BPOM Dukung Astacita Presiden Prabowo
- 12 Feb 2026 16:02 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - LPP RRI Samarinda menyatakan kesiapan mendukung Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Samarinda dalam penyebarluasan informasi dan publikasi, sebagai bagian dari penguatan program Astacita Presiden RI Prabowo Subianto melalui media penyiaran publik.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala RRI Samarinda, Siti Saraswulan, yang menegaskan bahwa RRI siap menjalin kerja sama resmi dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) bersama BBPOM Samarinda. Kerja sama ini akan diwujudkan melalui program-program siaran unggulan di Programa 1, Programa 2, maupun Programa 4 RRI Samarinda.
“Kami siap menjalin kerja sama dan mendukung penuh BPOM Samarinda dalam penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Melalui programa-program unggulan RRI, kami ingin turut menguatkan edukasi publik terkait pengawasan obat dan makanan,” ujarnya.
Menurutnya, peran media publik sangat strategis dalam memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar, akurat, dan dapat dipercaya, terutama terkait keamanan pangan dan obat-obatan yang beredar di masyarakat.
Ketua Tim Penyiaran RRI Samarinda, Saparuddin, juga menyampaikan dukungan penuh terhadap kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama ini sejalan dengan semangat mendukung program prioritas nasional.
“Kami sangat mendukung sekali karena ini sama-sama untuk mensupport program Astacita Presiden RI melalui siaran. RRI memiliki jangkauan luas dan segmentasi pendengar yang beragam, sehingga pesan pengawasan obat dan makanan bisa tersampaikan secara efektif,” katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Kota Samarinda, Agung Kurniawan, ST, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjalankan tugas pengawasan.
“Jadi pada hari ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Samarinda menegaskan bahwasannya kami tidak bisa bekerja secara sendirian. Kami membutuhkan yang namanya kolaborasi dari beberapa lintas sektor yang terkait,” ucapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya sengaja mengundang sejumlah pemangku kepentingan, termasuk RRI Samarinda, untuk mengharmonisasikan kerja sama yang selama ini telah berjalan dengan baik agar semakin optimal.
“Jadi kami mengundang beberapa lintas sektor terkait untuk mengharmonisasikan kerja sama yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Namun ingin kita tingkatkan ketika harmonisasi kegiatan dalam lingkup pengawasan obat dan makanan ini, kita bisa semakin memberikan dampak yang semakin nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Menurut Agung, harmonisasi menjadi kata kunci dalam pertemuan tersebut. Tujuannya adalah menyelaraskan program-program agar dapat saling menguatkan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
“Ya, artinya karena judulnya harmonisasi, jadi intinya adalah kami ingin mengharmoniskan program-program. Jadi, goalnya adalah ketika kami nanti setelah ini dengan lintas sektor terkait menindaklanjuti ruang-ruang yang bisa kita harmoniskan, bisa semakin kita perkuat untuk program-program lingkup kami di pengawasan obat dan makanan,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa BBPOM Samarinda siap menghadirkan program dan dukungan teknis yang bisa disinergikan dengan mitra lintas sektor, termasuk media penyiaran.
“Tentunya kami juga bisa menghadirkan program kami kepada lintas sektor, apa yang bisa kami hadirkan kepada mereka,” ucapnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan edukasi tentang keamanan, mutu, dan manfaat obat serta makanan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran media publik dalam mendukung kebijakan nasional dan perlindungan konsumen.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....