Konsep Panca Karsa Jadi Pilar Ketahanan Kesehatan Nasional dalam Bela Negara
- 09 Jul 2026 13:14 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang– Ketahanan kesehatan nasional dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat bela negara. Tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, upaya menjaga kesehatan bangsa juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kepada negara.
Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Achdiat Agoes, Sp.S., saat menjelaskan konsep Panca Karsa Ketahanan Kesehatan Nasional Bela Negara (KKNBN).
Menurut Wakil Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2017–2020, Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia resmi dibentuk pada 25 Desember 2025 sebagai wujud komitmen meningkatkan kesadaran bela negara yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Organisasi tersebut lahir dari keyakinan bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya menjadi tugas pemerintah, melainkan kewajiban setiap warga negara.
Untuk mewujudkan tujuan tersebut, GBNMI memperkenalkan konsep Panca Karsa Ketahanan Kesehatan Nasional Bela Negara sebagai pedoman bagi masyarakat dalam membangun kemandirian kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan bangsa.
Achdiat menjelaskan, pilar pertama adalah Karsa Kesehatan Mandiri. Konsep ini menekankan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab menjaga kesehatan dirinya sendiri setiap saat. Menurutnya, tubuh yang sehat akan melahirkan jiwa dan pikiran yang kuat sehingga mampu mendukung pelaksanaan bela negara dalam kehidupan sehari-hari.
"Kesehatan bukan hanya kebutuhan pribadi, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara. Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa dan pikiran yang kuat untuk menunjang kegiatan bela negara," katanya.
Pilar kedua, yakni Karsa Produksi Mandiri, berfokus pada kemampuan bangsa dalam memproduksi berbagai kebutuhan kesehatan secara mandiri. Mulai dari bahan kesehatan alami hingga produk hasil inovasi anak bangsa, seluruhnya diharapkan mampu memperkuat kemandirian Indonesia di bidang kesehatan.
Menurut Anggota Dewan Pakar Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia (GBNMI) ini ketergantungan terhadap produk kesehatan dari luar negeri perlu terus dikurangi melalui pengembangan riset, inovasi, dan industri kesehatan nasional.
Selanjutnya, Karsa Integrasi Sistem dan Pangan menjadi pilar ketiga. Konsep ini menekankan pentingnya penguatan sistem kesehatan nasional yang terintegrasi dengan sektor pangan, baik dari hasil pertanian maupun industri kesehatan berbasis jamu dan herbal.
Ia menilai sinergi antara sektor kesehatan dan pangan akan menciptakan ketahanan nasional yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi tantangan kesehatan di masa mendatang.
Pilar keempat adalah Karsa Sosial Bahagia. Dalam konsep ini, masyarakat diajak membangun kehidupan sosial yang harmonis, penuh rasa kekeluargaan, serta saling peduli antarwarga. Menurutnya, lingkungan sosial yang sehat akan mengurangi potensi konflik dan pengaruh negatif yang dapat memecah persatuan bangsa.
"Kesadaran hidup bermasyarakat yang harmonis menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan bangsa karena masyarakat yang rukun akan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan," jelasnya.
Sementara itu, pilar kelima, Karsa Akhlak dan Amaliah, menitikberatkan pada pentingnya kesadaran beragama yang diwujudkan melalui perilaku mulia dan kepedulian sosial. Achdiat mengatakan bahwa nilai-nilai moral dan spiritual menjadi landasan dalam membentuk karakter warga negara yang bertanggung jawab.
Ia menambahkan, perilaku yang berlandaskan akhlak mulia akan mendorong lahirnya berbagai aktivitas sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Lebih lanjut, Achdiat menegaskan bahwa konsep Ketahanan Kesehatan Nasional Bela Negara disusun untuk mendukung berbagai program Gerakan Bela Negara Membangun Indonesia dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Melalui penerapan Panca Karsa Ketahanan Kesehatan Nasional Bela Negara, diharapkan tumbuh masyarakat Indonesia yang sehat, mandiri, berakhlak, serta memiliki kepedulian sosial tinggi. Dengan demikian, ketahanan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab institusi kesehatan, tetapi juga menjadi gerakan bersama yang memperkuat ketahanan nasional melalui peran aktif setiap warga negara.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....