Pemko Payakumbuh Angkat Tradisi Manjopuk Sumando Jadi Wisata Edukasi Budaya
- 05 Jul 2026 12:21 WIB
- Padang
RRI.CO.ID, Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat dan budaya Minangkabau melalui pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal. Salah satu upayanya diwujudkan melalui program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari yang mengangkat tradisi lokal sebagai atraksi wisata edukatif.
Program tersebut dibuka Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, mewakili Wali Kota Zulmaeta, dalam kegiatan bertema "Manjopuk Sumando di Nagori Limbukan" di Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Minggu, 5 Juli 2026. Kegiatan itu juga dihadiri unsur DPRD, LKAAM, KAN, Bundo Kanduang, niniak mamak, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh.
Elzadaswarman mengatakan kegiatan tersebut telah masuk dalam Kalender Event Pariwisata Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Payakumbuh sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berbasis budaya. Menurutnya, setiap nagari memiliki kekayaan tradisi yang layak diperkenalkan kepada masyarakat sekaligus menjadi daya tarik wisata.
"Melalui program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari, kita tidak hanya melestarikan warisan budaya seperti prosesi Manjopuk Sumando, tetapi juga menjadikannya sebagai daya tarik wisata yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat," kata Elzadaswarman.
Ia menambahkan, pesatnya arus modernisasi di Kota Payakumbuh menuntut adanya upaya nyata untuk menjaga nilai-nilai adat dan budaya. Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh mendorong penyusunan aturan adat tertulis di setiap nagari sebagai pedoman pelestarian tradisi.
"Aturan tersebut bukan untuk membatasi, tetapi menjadi pedoman agar adat tetap terpelihara, memiliki arah yang jelas, dan dapat diwariskan secara berkelanjutan kepada generasi mendatang," ujarnya. Ia juga mengajak generasi muda, termasuk Karang Taruna, untuk terlibat aktif dalam setiap kegiatan adat agar proses pewarisan budaya terus berlanjut.
Pergelaran yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah itu diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan penampilan talempong pacik oleh Bundo Kanduang Nagari Limbukan. Puncak acara menampilkan prosesi adat Manjopuk Sumando di Nagori Limbukan sebagai sarana edukasi budaya sekaligus mendukung promosi pariwisata, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian warisan budaya Kota Payakumbuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....