Penyuluh Pertanian Jadi Ujung Tombak Modernisasi Pertanian di Kaltim
- 03 Jul 2026 14:18 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda – Keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bergantung pada bantuan alat, benih, maupun perluasan lahan. Di balik berbagai program modernisasi pertanian, terdapat ratusan penyuluh pertanian yang menjadi ujung tombak mendampingi petani agar teknologi dan inovasi benar-benar diterapkan di lapangan.
Di Kalimantan Timur, sedikitnya 682 penyuluh pertanian akan mengawal penerapan berbagai program Kementerian Pertanian, termasuk metode Padi Tanam Hemat Air Super (PMAAS) yang mulai diterapkan untuk meningkatkan produktivitas padi di sejumlah daerah.
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Kalimantan Timur, Ahmad Subhan, mengatakan penyuluh memiliki peran strategis karena menjadi penghubung antara inovasi pertanian yang dikembangkan pemerintah dengan praktik budidaya yang dilakukan petani.
| Baca juga: Pertanian Digital Jadi Harapan Generasi Muda |
"Target penerapan PMAAS di Kalimantan Timur sekitar 7.000 hektare. Program ini akan kami bagi kepada penyuluh untuk dikawal agar pelaksanaannya berjalan sesuai yang diharapkan," ujarnya di Kelurahan Sambutan, Kota Samarinda, 3 Juli 2026.
Menurut Ahmad Subhan, jika dihitung secara rata-rata, setiap penyuluh akan mendampingi sekitar 11 hektare lahan. Namun pembagian tersebut tidak sama di setiap daerah karena luas sawah dan jumlah penyuluh berbeda-beda. Di sejumlah kabupaten, satu penyuluh bahkan harus mendampingi lebih dari satu desa akibat keterbatasan sumber daya manusia.
"Masih ada penyuluh yang mendampingi dua desa karena jumlah penyuluh kita belum mencukupi, terutama di beberapa daerah," katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan pembangunan pertanian tidak hanya terletak pada peningkatan produksi, tetapi juga pada ketersediaan tenaga pendamping yang mampu memastikan setiap program berjalan efektif. Tanpa pendampingan yang memadai, inovasi pertanian berisiko sulit diterapkan secara merata oleh petani.
Dalam penerapan PMAAS, penyuluh tidak hanya bertugas memberikan bimbingan teknis, tetapi juga mengawal perubahan pola budidaya. Metode tersebut menerapkan pola tanam yang lebih rapat dibanding sistem konvensional dengan tujuan meningkatkan populasi tanaman per hektare sehingga hasil panen dapat meningkat secara signifikan.
Bagi Kalimantan Timur, peran penyuluh menjadi semakin penting seiring upaya memperkuat produksi pangan di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Modernisasi pertanian tidak cukup diwujudkan melalui bantuan alsintan atau teknologi, tetapi juga memerlukan pendampingan yang berkelanjutan agar petani mampu beradaptasi dengan metode budidaya yang baru.
Karena itu, keberadaan penyuluh menjadi salah satu fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan. Mereka tidak hanya mendampingi petani saat musim tanam, tetapi juga memastikan setiap inovasi yang dikembangkan pemerintah dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....