SPPG Sungai Kunjang Serap Hasil Petani, Peternak dan Nelayan Lokal

  • 10 Jun 2026 10:36 WIB
  •  Samarinda

RRI.CO.ID, Samarinda - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berkontribusi pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga mulai memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha pangan lokal. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Kunjang, Samarinda, secara aktif melibatkan petani, pekebun, hingga nelayan lokal dalam memenuhi kebutuhan bahan baku makanan bagi ribuan penerima manfaat.

Kepala SPPG Sungai Kunjang Lok Bahu, Resty Annisa Kusnadi mengatakan, pihaknya tidak bergantung sepenuhnya pada pasokan dari pasar. Berbagai komoditas pangan diperoleh langsung dari produsen lokal guna menjaga kualitas sekaligus mendukung perputaran ekonomi masyarakat.

Menurutnya, bahan baku yang digunakan berasal dari berbagai sumber, mulai dari petani, pekebun, tambak hingga nelayan. Pola tersebut diterapkan agar bahan pangan yang diolah tetap segar saat sampai ke dapur produksi.

"Kami tidak hanya mengambil dari pasar lokal saja, tetapi juga dari pekebun, petani, peternak, tambak dan nelayan. Khusus ikan biasanya kami mengambil langsung dari tambak," ujarnya kepada rri.co.id Rabu 10 Juni 2026.

Resty menjelaskan, untuk komoditas ikan, pihaknya bahkan mengatur waktu pengiriman secara khusus. Ikan yang telah dibersihkan di lokasi budidaya langsung dikirim ke dapur agar jarak antara pengiriman dan pengolahan tidak terlalu lama.

Langkah tersebut dilakukan karena kesegaran bahan pangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat Program MBG. Semakin singkat waktu antara panen, pengiriman, dan pengolahan, maka kualitas bahan pangan dapat lebih terjaga.

"Saya biasanya mengatur jam pengantaran. Jadi ikan dipotong dan dibersihkan di tambak, kemudian langsung dikirim agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga saat diolah," katanya.

Selain mendukung petani dan nelayan, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar juga membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal. Kebutuhan harian dapur MBG yang melayani ribuan penerima manfaat menciptakan permintaan yang stabil terhadap berbagai komoditas pangan seperti sayuran, buah-buahan, telur, ikan, hingga daging.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sektor pertanian dan hortikultura daerah agar mampu menopang kebutuhan program strategis nasional secara berkelanjutan. Di sisi lain, keterlibatan petani dan nelayan lokal dalam rantai pasok MBG menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....