Anak PAUD Pilih-Pilih Makan, Ini Strategi Dapur SPPG Sungai Kunjang
- 10 Jun 2026 13:08 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Menyiapkan makanan bergizi untuk ribuan penerima manfaat bukan satu-satunya tantangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Bagi SPPG Sungai Kunjang Lok Bahu, tantangan tersendiri justru datang dari kelompok anak usia dini yang dikenal lebih selektif dalam memilih makanan.
Kepala SPPG Sungai Kunjang Lok Bahu, Resty Annisa Kusnadi mengatakan, anak-anak PAUD menjadi kelompok penerima manfaat yang membutuhkan perhatian khusus dalam penyusunan menu. Selain memenuhi standar gizi, makanan yang disajikan juga harus mampu menarik minat anak-anak untuk mengonsumsinya.
Menurutnya, karakter anak usia dini yang cenderung memilih makanan membuat tim dapur harus terus berinovasi agar makanan yang disajikan tidak hanya sehat, tetapi juga menarik secara tampilan.
| Baca juga: Meditasi Bukan Mengosongkan Pikiran |
"Anak-anak PAUD ini masih picky eater atau pilih-pilih makanan. Jadi menjadi tantangan bagi kami bagaimana memberikan makanan yang bukan hanya bergizi dan enak, tetapi juga mampu menarik selera anak-anak," ujarnya kepada rri.co.id Rabu 10 Juni 2026.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim dapur MBG melakukan berbagai inovasi. Salah satunya dengan mengolah menu berbahan telur dan tahu menggunakan cetakan karakter yang lebih menarik bagi anak-anak.
Tidak hanya itu, makanan juga dipadukan dengan saus dan penyajian yang lebih disukai anak-anak. Pendekatan tersebut dilakukan agar penerima manfaat usia dini lebih tertarik untuk mencoba dan menghabiskan makanan yang disajikan.
Resty mencontohkan, salah satu menu yang cukup berhasil menarik minat anak-anak adalah tahu telur kukus yang dicetak menggunakan berbagai bentuk karakter. Menu tersebut mendapat respons positif saat diuji coba di sekolah penerima manfaat.
"Baru-baru ini kami mencoba tahu telur steam yang dicetak menggunakan cetakan karakter. Ternyata tampilan yang menarik mampu meningkatkan selera makan anak-anak," katanya.
Keberhasilan menu tersebut terlihat dari hasil evaluasi yang dilakukan tim SPPG. Salah satu indikator yang digunakan adalah jumlah sisa makanan setelah jam makan selesai.
Menurut Resty, semakin sedikit makanan yang tersisa maka semakin besar kemungkinan menu tersebut disukai oleh para penerima manfaat. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi tim untuk terus menyempurnakan variasi menu yang akan disajikan ke depannya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya ditentukan oleh kualitas bahan pangan dan kandungan gizi. Faktor penerimaan makanan oleh anak-anak juga menjadi bagian penting agar tujuan program dalam meningkatkan asupan gizi dapat tercapai secara optimal.
Dengan terus menghadirkan inovasi menu yang ramah anak, SPPG Sungai Kunjang berharap semakin banyak penerima manfaat usia dini yang dapat menikmati makanan bergizi sekaligus membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....