Musim Kemarau Bikin Pasokan Buah Menipis, SPPG Harap Dukungan Petani
- 10 Jun 2026 13:10 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya membutuhkan pasokan beras, sayuran, daging, dan ikan dalam jumlah besar. Buah-buahan juga menjadi komponen penting yang harus tersedia setiap hari guna memenuhi kebutuhan gizi ribuan penerima manfaat di Kota Samarinda.
Namun di tengah musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah, pasokan beberapa jenis buah mulai mengalami penurunan. Kondisi tersebut dirasakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sungai Kunjang yang selama ini memasok menu MBG bagi ribuan penerima manfaat.
Kepala SPPG Sungai Kunjang Lok Bahu, Resty Annisa Kusnadi mengatakan, dalam satu bulan terakhir pihaknya mengalami kesulitan mendapatkan beberapa jenis buah yang sebelumnya rutin tersedia di pasaran. Akibatnya, variasi buah yang disajikan kepada penerima manfaat menjadi lebih terbatas.
"Satu bulan terakhir ini kami mencari buah sangat sulit. Saya sempat memesan buah naga, kelengkeng dan beberapa buah lainnya, tetapi tidak tersedia di pasar," ujarnya kepada rri.co.id Rabu 10 Juni 2026.
Menurut Resty, saat ini menu buah yang tersedia lebih banyak bergantung pada komoditas yang masih mudah ditemukan seperti semangka, melon, dan pisang. Meski kebutuhan gizi tetap dapat dipenuhi, keterbatasan pilihan buah menjadi tantangan tersendiri bagi dapur MBG yang berupaya menghadirkan menu beragam bagi penerima manfaat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berhenti pada proses distribusi makanan. Di balik ribuan porsi yang disiapkan setiap hari, terdapat rantai pasok panjang yang melibatkan petani, pedagang, hingga distributor bahan pangan.
Dengan jumlah penerima manfaat yang terus bertambah, kebutuhan buah untuk program MBG diperkirakan akan terus meningkat. Situasi ini sekaligus membuka peluang baru bagi petani hortikultura lokal untuk mengambil bagian dalam rantai pasok program nasional tersebut.
Apalagi selama ini SPPG Sungai Kunjang telah melibatkan berbagai pemasok lokal, mulai dari petani, pekebun, nelayan hingga peternak untuk memenuhi kebutuhan bahan baku. Kehadiran MBG secara tidak langsung menciptakan pasar baru yang membutuhkan pasokan pangan secara berkelanjutan.
Bagi petani buah lokal, kebutuhan tersebut dapat menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan. Berbeda dengan pasar musiman, kebutuhan MBG berlangsung secara rutin dan membutuhkan suplai yang stabil. Artinya, semakin banyak dapur MBG yang beroperasi, semakin besar pula kebutuhan terhadap komoditas pangan daerah.
Resty berharap ketersediaan buah lokal dapat semakin ditingkatkan sehingga kebutuhan penerima manfaat tetap terpenuhi dengan baik. Selain mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis, peningkatan produksi buah lokal juga berpotensi memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani daerah.
"Kami masih menggunakan semangka, melon dan pisang yang tersedia di pasaran. Ke depan tentu kami berharap semakin banyak pilihan buah yang dapat dipasok oleh petani lokal untuk mendukung kebutuhan program ini," katanya.
Di tengah upaya pemerintah membangun generasi yang sehat melalui Program Makan Bergizi Gratis, dukungan sektor pertanian menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Dari kebun hingga meja makan penerima manfaat, setiap hasil panen memiliki peran penting dalam menyukseskan program strategis nasional tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....