MBG di Samarinda Tembus 4.667 Penerima, Fokus Ibu dan Balita
- 08 Jun 2026 11:30 WIB
- Samarinda
RRI.CO.ID, Samarinda- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Samarinda terus menunjukkan perkembangan signifikan. Tidak hanya menyasar peserta didik, program yang menjadi prioritas nasional tersebut kini mulai menjangkau kelompok rentan lainnya seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.
Perluasan sasaran penerima manfaat dinilai penting mengingat pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan menjadi salah satu faktor utama dalam menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Karena itu, Pemerintah Kota Samarinda terus mendukung pelaksanaan MBG agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda, drg. Deasy Evriyani, saat Kick Off Pelayanan KB dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 di Gedung PKK Kota Samarinda, Senin, 8 Juni 2026.
Deasy menjelaskan jumlah penerima manfaat MBG di Samarinda mengalami peningkatan dari bulan ke bulan. Pada Januari 2026 tercatat sebanyak 1.567 penerima manfaat, meningkat menjadi 1.780 penerima pada Februari dan 1.950 penerima pada Maret serta April.
“Perkembangan penerima manfaat MBG terus meningkat. Pada Mei 2026 jumlahnya sudah mencapai 4.667 penerima manfaat,” ujarnya.
Menurut Deasy, lonjakan tersebut menunjukkan semakin luasnya cakupan program sekaligus meningkatnya komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan gizi kelompok rentan. Selain anak sekolah, perhatian kini juga diarahkan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang menjadi kelompok prioritas dalam upaya pencegahan stunting.
Ia menilai program MBG memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini. Pemenuhan gizi yang baik akan berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta kualitas kesehatan anak di masa mendatang.
“Intervensi gizi harus dimulai sejak dini. Karena itu program ini menjadi sangat penting dalam mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” katanya.
Selain memberikan manfaat kesehatan, program MBG juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan keluarga. Beban pengeluaran keluarga dapat berkurang, sementara kebutuhan gizi anak dan ibu tetap terpenuhi secara optimal.
DPPKB Samarinda berharap cakupan program terus bertambah seiring meningkatnya dukungan lintas sektor dalam pelaksanaan MBG. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Deasy optimistis program MBG akan memberikan dampak jangka panjang terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Samarinda, sekaligus mempercepat pencapaian target penurunan stunting yang menjadi agenda pembangunan nasional.
“Harapannya semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat program ini sehingga kualitas kesehatan keluarga di Samarinda terus meningkat,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....