Tunanetra Bangli Bangun Kemandirian lewat Jasa Pijat

  • 30 Mei 2026 21:52 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Profesi terapis pijat yang dijalani Ni Putu Ariani selama lebih dari dua dekade membuktikan bahwa kemampuan seseorang tidak ditentukan oleh kondisi fisiknya. Meski merupakan penyandang disabilitas netra, perempuan asal Bangli ini mampu membangun kepercayaan masyarakat melalui keahlian yang dimilikinya.

Sejak membuka praktik pijat pada tahun 2002, Ariani telah melayani berbagai pasien dengan beragam keluhan kesehatan. Mulai dari nyeri otot, saraf terjepit, vertigo, hingga gangguan pergerakan pada lengan dan kaki.

Keahlian tersebut diperoleh melalui pendidikan khusus yang pernah ditempuhnya sebelum memutuskan membuka praktik secara mandiri. Pengalaman menangani pasien selama bertahun-tahun membuatnya semakin memahami titik-titik tubuh yang membutuhkan terapi.

Menurut Ariani, proses pijat tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Setiap pasien memiliki kondisi yang berbeda sehingga waktu terapi harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Pasien yang datang pun berasal dari berbagai kalangan usia. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk mendapatkan terapi pijat. Namun, mayoritas pasien yang datang adalah mereka yang berusia di atas 40 tahun dengan keluhan pada saraf dan otot akibat aktivitas sehari-hari.

Kepercayaan masyarakat yang terus terjaga hingga saat ini menjadi modal utama bagi Ariani dalam mempertahankan usahanya. Dari profesi tersebut, ia mampu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus membesarkan ketiga anaknya.

Kisah Ariani menjadi gambaran nyata bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Dengan keterampilan yang dimiliki, ia berhasil mengubah tantangan hidup menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....