Warga Ketawanggede Olah Sampah Organik Mandiri lewat Program Biopori
- 18 Mei 2026 19:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Warga RT 04 RW 03 Kelurahan Ketawanggede, Kota Malang, menjalankan program pengolahan sampah organik mandiri melalui sistem biopori untuk mengurangi volume sampah rumah tangga.
Program tersebut digagas Ketua RT setempat, drg. Dani Sugeng, setelah melihat tingginya produksi sampah di kawasan padat rumah kos mahasiswa.
| Baca juga: Gerakan Belajar Zero Waste dari Rumah |
“Ketawanggede itu volume sampahnya tinggi karena zona kos. Mahasiswa jadi penduduk sini juga pasti produksi sampah,” ujar Dani saat ditemui di lokasi pengolahan sampah warga, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, persoalan sampah di wilayah tersebut semakin rumit karena Ketawanggede tidak memiliki Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) sendiri dan masih bergantung pada TPS Dinoyo.
“Kalau lebih dari jam operasional, sampah nggak diambil jadi semakin menumpuk,” katanya.
Melalui program ini, warga diminta memilah sampah organik dan nonorganik dari rumah masing-masing. Sampah organik kemudian diambil petugas lingkungan untuk dicacah sebelum dimasukkan ke lubang biopori.
“Proses pertama pencacahan. Semakin kecil dimensi sampahnya maka semakin cepat diurai,” jelas Dani.
Sampah yang telah dicacah lalu dicampur larutan molase dan bakteri pengurai IM4 untuk mempercepat proses dekomposisi.
| Baca juga: Gerakan Belajar Zero Waste dari Rumah |
“Sampah organik saja. Semua sampah yang bisa membusuk. Daging, sayur, sisa makanan, roti, kue, cangkang telur, itu bisa masuk semua,” tambahnya.
Program biopori tersebut telah berjalan sekitar satu tahun. Dani menyebut, edukasi kepada warga menjadi tantangan utama pada awal pelaksanaan program.
“Kita kebijakannya hanya sebatas himbauan. Kalau warga merasakan manfaatnya akhirnya timbul kesadaran,” ujarnya.
Saat ini, warga mulai terbiasa memilah sampah sebelum dibuang. Sampah organik yang telah diolah akan menjadi kompos dalam waktu lima hingga enam bulan.
“Kompos yang hasil panen dari biopori kita kembalikan ke warga. Tidak kita jual,” kata Dani.
Selain mengurangi volume sampah, program ini juga membuat lingkungan warga menjadi lebih bersih dan tidak lagi dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....