Amalan di Bulan Syawal

  • 08 Apr 2026 15:00 WIB
  •  Tarakan

RRI.CO.ID, Tarakan - Bulan Ramadan memang telah berlalu, namun semangat ibadah tidak boleh ikut memudar. Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam dialog Religi Pagi yang disiarkan oleh RRI Tarakan pada Rabu (01/04/2026). Menghadirkan Ustadz Andi Abdan Hafiz, S.Kom.I., dialog ini mengupas tuntas pentingnya menjaga konsistensi ibadah melalui berbagai amalan di bulan Syawal.

Dalam tausiahnya, Ustadz Hafiz menekankan bahwa bulan Syawal adalah ajang pembuktian kualitas ketakwaan seseorang setelah dididik selama satu bulan penuh di Madrasah Ramadan. Ia menyebutkan sedikitnya ada empat amalan kunci yang patut dijaga oleh setiap Muslim.

Keutamaan Puasa Enam Hari

Amalan pertama yang menjadi sorotan adalah puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Ustaz Hafiz mengingatkan kembali hadis Rasulullah SAW bahwa barangsiapa yang menyempurnakan puasa Ramadan lalu diikuti dengan enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya setara dengan berpuasa sepanjang tahun.

"Puasanya tidak harus berturut-turut. Mengingat di bulan Syawal banyak undangan silaturahmi atau acara keluarga, diperbolehkan berselang-seling yang penting genap enam hari," jelasnya.

Silaturahmi dan Sedekah sebagai Pelindung

Lebih lanjut, Ustaz Hafiz menyoroti pentingnya silaturahmi di era digital. Ia menyentil fenomena masyarakat yang lebih sibuk dengan gawai hingga tidak mengenal tetangga sebelah rumah. Menurutnya, silaturahmi bukan sekadar tradisi, melainkan penggugur dosa dan pembuka pintu rezeki.

Selain itu, ia mengajak jemaah untuk tidak kikir dalam bersedekah. Menggunakan analogi "Matematika Allah", ia menjelaskan bahwa satu kebaikan yang disedekahkan akan dibalas hingga 700 kali lipat. "Harta yang kita sedekahkan itulah yang nantinya akan menjaga kita di akhirat," tambahnya.

Masjid Sebagai Rumah Kedua

Amalan terakhir yang ditekankan adalah menghidupkan kembali budaya iktikaf. Ustaz Hafiz mendorong umat Muslim untuk menjadikan masjid sebagai "rumah kedua"—tempat yang paling nyaman untuk pulang dan mengadu kepada Sang Pencipta.

"Jangan anggap masjid hanya tempat singgah saat waktu salat saja. Jadikan masjid tempat kita bermuhasabah dan menenangkan diri dari hiruk-pikuk dunia," pungkas pria yang juga dikenal sebagai Imam di salah satu masjid di Tarakan tersebut.

Dialog yang dipandu oleh moderator Agus Maulana ini diakhiri dengan pesan kuat tentang istiqamah. Ustadz Hafiz berpesan bahwa manusia yang paling beruntung adalah mereka yang mampu menjadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin. Penurunan kualitas ibadah pasca-Ramadan merupakan tanda kerugian bagi seorang hamba.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....