Ust. Abdullah Bagikan 4 Syarat Masuk Surga Berjamaah
- 20 Mei 2026 14:05 WIB
- Tarakan
RRI.CO.ID, TARAKAN – Kebersamaan bersama keluarga tercinta di dunia tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi setiap manusia. Namun, apakah kebersamaan tersebut akan abadi hingga di akhirat kelak? Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam program Mimbar Agama Islam di Programa Satu RRI Tarakan.
Dalam tausiyahnya, Ust. Abdullah menyampaikan bahwa berkumpul kembali dengan orang-orang tercinta di surga adalah puncak kebahagiaan yang hakiki. Kebahagiaan tersebut jauh melampaui megahnya rumah, mewahnya kendaraan, ataupun banyaknya harta benda yang dimiliki di dunia.
"Kebahagiaan terbesar adalah ketika Allah SWT mempertemukan kita kembali bersama dengan keluarga yang kita cintai di surga-Nya," ujar Ust. Abdullah dalam siaran RRI Tarakan tersebut.
Beliau menjelaskan, Allah SWT telah menjanjikan Surga 'Adn bagi orang-orang saleh beserta orang tua, pasangan, dan anak cucu mereka. Keberadaan keluarga di surga ini dikunci oleh komitmen bersama dalam menjaga rambu-rambu agama.
Lebih lanjut, Ust. Abdullah memaparkan syarat fundamental yang pertama dan utama, yaitu menjaga keimanan kepada Allah SWT. Menurutnya, keimanan adalah satu-satunya faktor yang menyelamatkan manusia di akhirat, bukan keturunan, jabatan, ataupun kekayaan.
Syarat kedua yang tidak kalah penting adalah menjaga ketaatan dalam keluarga, terutama dalam menegakkan salat lima waktu. Salat merupakan tiang agama dan amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat kelak.
"Jika salatnya baik, maka baiklah seluruh amal perbuatannya. Orang tua memiliki tanggung jawab besar untuk memerintahkan keluarganya mendirikan salat," tegasnya.
Adapun syarat yang ketiga adalah menjaga diri dan keluarga agar tidak terjatuh ke dalam lembah dosa dan maksiat. Kepala rumah tangga wajib mengawasi pergaulan, mendidik akhlak, serta memastikan makanan yang masuk ke rumah adalah makanan yang halal.
Terakhir, Ust. Abdullah menekankan pentingnya menjaga soliditas dan kekompakan di dalam rumah tangga. Setiap anggota keluarga, mulai dari ayah, ibu, hingga anak, harus berjalan beriringan sesuai dengan peran dan kewajiban masing-masing yang telah diatur dalam syariat Islam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....