Posko Lebaran Ditutup, Penumpang Bandara SAMS Sepinggan Naik 0,8 Persen

  • 30 Mar 2026 10:23 WIB
  •  Samarinda

RRI CO.ID, Balikpapan - General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, R. Iwan Winaya Mahdar, secara resmi menutup Posko Terpadu Angkutan Udara Idulfitri 1447 H pada Senin, 30 Maret 2026.

Penutupan ini menandai berakhirnya periode pemantauan arus mudik dan balik yang berlangsung sejak 13 Maret lalu.

“Hari ini, insyaallah kita resmi menutup rangkaian kerja posko dengan rasa syukur, evaluasi, serta optimisme baru,” ujar Iwan pada Senin, 30 Maret 2026.

Data menunjukkan pergerakan penumpang tahun ini mengalami tren positif. Puncak arus mudik tercatat pada 14 Maret 2026 dengan melayani 19.341 penumpang dan 137 pergerakan pesawat dalam sehari.

Sementara itu, puncak arus balik terjadi pada 28 Maret 2026 dengan volume mencapai 21.509 penumpang dan 146 pergerakan pesawat. Secara akumulatif, total penumpang yang dilayani dari H-7 hingga H+7 Lebaran mencapai 290.892 orang.

Angka ini meningkat 0,8 persen dibandingkan tahun 2025. Menariknya, tingkat pemulihan (recovery rate) Bandara SAMS Sepinggan mencapai 108,5 persen jika dibandingkan dengan data prapandemi tahun 2019. Adapun rute domestik dengan destinasi Jakarta (Soekarno-Hatta), Surabaya, Makassar, Yogyakarta, dan Tarakan tetap menjadi jalur tersibuk.

“Capaian ini bukan sekadar angka, melainkan gambaran nyata bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara semakin tinggi,” ucap Iwan.

Di sisi lain, Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, Ferdinand Nurdin, menyoroti aspek keselamatan dan efektivitas subsidi tiket dari pemerintah. Ia melaporkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan kelaikan pesawat (ramp check) secara intensif.

Hingga saat ini, sebanyak 360 pesawat telah diperiksa di empat bandara utama, yakni Balikpapan, Samarinda, Tarakan, dan Palangkaraya. Jumlah pemeriksaan di Bandara SAMS Sepinggan tercatat sebagai yang tertinggi kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta.

“Kalimantan Timur menjadi perhatian khusus karena kaitannya dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Kami memastikan setiap moda transportasi aman bagi masyarakat,” ujar Ferdinand.

Meski secara kumulatif di tujuh bandara di bawah pengawasan Otoritas Wilayah VII terdapat sedikit penurunan pergerakan pesawat (minus 8 persen) dan penumpang (minus 7 persen) dibanding tahun lalu, penyelenggaraan secara keseluruhan dinilai berjalan lancar berkat kolaborasi antarinstansi yang efektif.

Proses pemantauan dan ramp check sendiri masih akan berlanjut hingga penutupan final pada Selasa, 31 Maret 2026 pukul 17.00 WITA.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....