Ratusan KK Terdampak Banjir, Ini Langkah BPBD Jember
- 29 Jan 2026 12:42 WIB
- Jember
RRI.CO.ID, Jember - Hujan intensitas tinggi yang sempat mengguyur Kabupaten Jember pada Rabu sore, 28 Januari 2026, menyebabkan banjir dan longsor di beberapa kecamatan.
Kepala BPBD Kabupaten Jember, Edy Budi Susilo, menyampaikan bahwa kondisi terkini relatif membaik, dengan sebagian besar wilayah terdampak kini fokus pada pembersihan dan pemulihan.
“Hujan kemarin tidak berlanjut hingga hari ini, sehingga banjir benar-benar surut. Hari ini sebagian besar wilayah kota fokus pada pembersihan pasca banjir,” kata Edy kepada RRI, Kamis (29/1/2026).
Berdasarkan data BPBD, banjir terjadi di tiga kecamatan, yakni Sumbersari, Patrang, dan Kaliwates, dengan total 191 kepala keluarga (KK) terdampak.
Di Sumbersari, titik terdampak paling banyak berada di sekitar kampus Universitas Jember (UNEJ), Jalan Bengawan Solo, Jalan Sumatra, Jalan Kaliurang, Jalan Mastrip, dan Lingkungan Gumuk Kerang.
Sementara di Patrang tercatat lima titik terdampak, termasuk Perumahan Pesona Riverside dan Jl. Srikoyo. Di Kaliwates, dua titik terdampak, terutama di Lingkungan Kampung Ledok dan Kelurahan Kepatihan.
“Seluruh lokasi hampir semuanya sudah teratasi. Tim Jitupasna dan relawan masih mendata penyebab banjir luapan, seperti sumbatan di saluran drainase, gorong-gorong, dan selokan,” tambahnya.
Meski banjir kemarin sempat merendam jalan, puluhan sepeda motor, UMKM, serta sebagian rumah kos dan ruko, Edy menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Begitu juga dengan kerusakan fasilitas umum (fasum) yang relatif minim. “Tembok pembatas Polije roboh sepanjang 20 meter, namun tidak menimbulkan korban,” katanya.
Untuk wilayah yang sebelumnya sempat terdampak, seperti Perum Villa Tegal Indah Besar dan beberapa rumah yang ada di bantaran sungai, BPBD mencatat saat ini aman.
Selain banjir, terjadi dua peristiwa tanah longsor, yaitu di Desa Kemuninglor (Arjasa) yang menutup irigasi sawah, dan di Bintoro (Patrang) yang menimpa satu rumah serta merusak jalan desa.
“Kedua lokasi dinyatakan aman dan warga telah melakukan kerja bakti dengan pendampingan BPBD,” kata dia.
Edy mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di sepanjang daerah aliran sungai seperti DAS Kali Jompo, DAS Bedadung, DAS Tanggul, dan DAS Mayang.
BMKG memperkirakan curah hujan masih relatif tinggi hingga 31 Januari, sehingga potensi banjir susulan tetap ada.
“Saya minta kepada camat dan lurah agar mengajak warganya membersihkan saluran air di lingkungan masing-masing, supaya saat hujan turun tidak terjadi banjir lagi,” ujarnya.
Dalam penanganan pasca banjir, BPBD menurunkan tim TRC bersama OPD terkait, relawan, dan warga untuk membersihkan saluran drainase dan gorong-gorong.
Koordinasi juga dilakukan dengan PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, serta OPD terkait lainnya untuk menindaklanjuti rekomendasi teknis dan sosial.
“Secara teknis masyarakat harus tetap membaca tanda-tanda alam dan siap melakukan evakuasi jika diperlukan. Semoga kita semua terhindar dari bencana,” kata dia.
BPBD mencatat, hingga saat ini, kondisi telah stabil dan tim tetap standby memantau wilayah rawan banjir serta longsor di Jember.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....