Karhutla Meluas, Pemkab Aceh Barat Gelar Salat Istisqa

  • 28 Jan 2026 11:38 WIB
  •  Meulaboh

RRI.CO.ID, Meulaboh - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melaksanakan Salat Sunnah Istisqa sebagai ikhtiar spiritual memohon turunnya hujan di tengah kondisi cuaca kering serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Aceh Barat.

Salat Istisqa dilaksanakan di halaman Masjid Agung Baitul Makmur, Meulaboh, Rabu 28 Januari 2026, pagi, dan diikuti ratusan jemaah yang terdiri dari jajaran pemerintah daerah, tokoh agama, serta berbagai unsur masyarakat. 

Pelaksanaan Salat Istisqa juga dilakukan secara serentak di seluruh kecamatan di Aceh Barat, sementara untuk Kecamatan Johan Pahlawan dipusatkan di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh.

Pemkab Aceh Barat Gelar Salat Istisqa di Masjid Agung Baitul Makmur , Rabu, 28 Januari 2026. Foto RRI/ Irhamsyah 

Wakil Bupati Aceh Barat, Said Fadheil SH yang turut mengikuti pelaksanaan ibadah tersebut, mengatakan Salat Istisqa bukan hanya sebagai bentuk permohonan turunnya hujan, tetapi juga momentum memperkuat kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

“Pelaksanaan salat sunnah ini merupakan wujud ikhtiar spiritual bersama. Kita tidak hanya memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, tetapi juga memperkuat rasa kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta meningkatkan iman dan takwa,” ujar Said.

Ia menyampaikan, dalam beberapa waktu terakhir Kabupaten Aceh Barat menghadapi ujian berupa kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah titik. Berdasarkan data sementara, hampir 19 hektare lahan terdampak karhutla, bahkan kabut asap sempat mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar di salah satu sekolah yang terpaksa diliburkan.

“Tim BPBD bersama instansi terkait terus bekerja keras di lapangan. Hingga hari ini, lebih dari 14 hektare lahan berhasil dipadamkan, meskipun masih terdapat beberapa titik api yang terus ditangani secara intensif,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Aceh Barat juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran.

“Hal-hal kecil seperti ini sangat berbahaya dan dapat memperparah kebakaran. Keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama,” ucapnya tegas.

Sementara itu, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat, Tgk H Mahdi Kari Usman, SPd dalam tausiyahnya mengingatkan masyarakat agar tidak mencemooh pelaksanaan Salat Istisqa apabila hujan belum turun.

“Sekuat apa pun kita meminta hujan, jika hati belum benar-benar bertobat, rahmat Allah bisa tertahan. Namun setiap doa dan ikhtiar tetap dicatat sebagai pahala, karena Allah mencintai hamba-Nya yang terus berharap dan meminta kepada-Nya,” ucapnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk kembali kepada nilai-nilai agama, memperbanyak sedekah, menjaga ukhuwah, serta menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan syariat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....