Literasi Hari Anak Nasional Perkuat Karakter Generasi Aceh Barat

  • 21 Jul 2026 15:19 WIB
  •  Meulaboh
Poin Utama
  • Bupati Aceh Barat Tarmizi SP, MM melalui Asisten Administrasi Umum Safrizal membuka kegiatan Literasi Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan pada Selasa, 21 Juli 2026 di Meulaboh.
  • Kegiatan ini melibatkan anak-anak ASN DWP dan peserta dari berbagai sekolah di Aceh Barat untuk meningkatkan budaya literasi, kreativitas, dan pembentukan karakter generasi muda.
  • Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mengapresiasi komitmen Dharma Wanita Persatuan dan menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi perempuan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

RRI.CO.ID, Meulaboh - Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setdakab Aceh Barat, Safrizal, membuka kegiatan Literasi Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Aceh Barat di Aula Cabang Dinas Pendidikan, Selasa, 21 Juli 2026. Kegiatan yang diikuti anak-anak ASN DWP dan peserta dari berbagai sekolah di Aceh Barat itu digelar untuk memperingati Hari Anak Nasional sekaligus meningkatkan budaya literasi, kreativitas, dan pembentukan karakter generasi muda.

Safrizal mengatakan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyampaikan apresiasi kepada DWP Aceh Barat yang terus berkomitmen menghadirkan kegiatan edukatif bagi anak-anak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi perempuan menjadi langkah penting dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia sejak usia dini.

"Kegiatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif dalam memberikan dorongan kepada anak untuk membangun karakter, menumbuhkan kreativitas, memperluas wawasan, serta mempersiapkan generasi yang cerdas dan berakhlak mulia," kata Safrizal.

Ia menuturkan, Hari Anak Nasional merupakan momentum untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar memenuhi hak-hak anak. Setiap anak, lanjutnya, berhak memperoleh pendidikan yang berkualitas, perlindungan yang memadai, serta tumbuh di lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.

Safrizal menilai kemampuan literasi menjadi salah satu bekal penting bagi anak-anak di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. Literasi, menurutnya, tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, berkomunikasi, berinovasi, serta memanfaatkan media digital secara bijak.

"Mari kita semua bersama-sama memenuhi hak dan melindungi anak sebagai generasi penerus bangsa. Di era digital saat ini kemampuan literasi menjadi salah satu kebutuhan utama bagi anak-anak kita, literasi bukan hanya kemampuan membaca dan menulis tapi juga kemampuan memahami, berinovasi, berpikir kritis, berkomunikasi serta menggunakan media digital," ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berkomitmen terus memperkuat berbagai program yang berpihak kepada anak. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan mutu pendidikan, penguatan budaya literasi, perlindungan anak, hingga penyediaan ruang-ruang ramah anak di berbagai sektor.

Safrizal juga menegaskan bahwa pemerintah daerah sedang memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan Aceh Barat sebagai Kabupaten Layak Anak. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas generasi muda yang akan menjadi penerus pembangunan daerah.

"Di saat yang sama kita juga sedang fokus menjalin koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan Kabupaten Aceh Barat menjadi Kabupaten Layak Anak, karena keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik saja tetapi juga dari kualitas SDM, terutama anak-anak sebagai generasi penerus," katanya.

Karena itu, Safrizal mengajak para orang tua, guru, dan seluruh masyarakat menjadikan budaya literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Ia berharap rumah menjadi tempat yang penuh kasih sayang, sekolah menjadi ruang belajar yang menyenangkan, serta lingkungan mampu mendorong anak-anak terus belajar, berkreasi, dan berprestasi.

"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan literasi di Kabupaten Aceh Barat dan memperkuat kolaborasi antara pemerintah dengan DWP, TP PKK, dunia pendidikan, keluarga, dan seluruh masyarakat agar tercipta generasi yang unggul menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Ketua DWP Kabupaten Aceh Barat, Cut Zulfahnur Syafitri, mengatakan kegiatan Literasi Hari Anak Nasional 2026 mengusung tema "Anak Indonesia Bahagia, Bangsa Kuat". Adapun tema utama perlombaan yang diangkat adalah "Meunari Bak Peu Nyang Betutoi: Peueteuk Marwah, Munasabah Maja Pahlawan" sebagai upaya mengenalkan kembali nilai-nilai budaya dan sejarah Aceh kepada generasi muda.

"Kita ingin mengangkat kembali literasi Aceh dan mengingatkan kepada generasi emas Aceh Barat tentang perjuangan para pahlawan Aceh dalam merebut kemerdekaan Indonesia," kata Cut Zulfahnur.

Ia menjelaskan, peringatan Hari Anak Nasional tahun ini diisi dengan dua kategori perlombaan. Untuk tingkat SD sederajat digelar lomba mewarnai dan penyampaian pesan karakter, sedangkan tingkat SMP sederajat mengikuti lomba menggambar serta akorisme atau menyalin kembali maja pahlawan dalam Bahasa Aceh, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

"Adapun para peserta lombanya adalah anak-anak ASN DWP Kabupaten Aceh Barat serta peserta umum dari sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Aceh Barat," ujar Cut Zulfahnur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....