Angka Putus Sekolah di Buleleng Terus Menurun Signifikan

  • 23 Jan 2026 10:55 WIB
  •  Singaraja

RRI.CO.ID, Singaraja - Angka putus sekolah (APS) di Kabupaten Buleleng menunjukkan tren penurunan seiring penguatan kebijakan pencegahan yang dilakukan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng. Saat ini, APS di Buleleng tercatat sekitar satu persen atau kurang lebih 8.000 jiwa dari total penduduk.

Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan data APS tersebut telah dirilis oleh Kementerian dan tercatat secara by name by address, sehingga memudahkan pemerintah daerah melakukan penanganan secara terukur dan berkelanjutan.

“Kalau kita lihat dari tahun ke tahun, angka putus sekolah ini terus menurun. Angka partisipasi sekolah kita cukup tinggi, terutama di jenjang SD dan SMP,” ujar Surya Bharata.

Ia merinci, pada tahun 2025 angka partisipasi sekolah di Buleleng untuk jenjang SD mencapai 99,6 persen, SMP sebesar 96,69 persen, dan SMA/SMK berada di kisaran 86 persen. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator kuat keberhasilan upaya menekan angka putus sekolah.

Menurutnya, salah satu faktor utama penurunan APS adalah kebijakan Disdikpora yang melarang satuan pendidikan melakukan pengeluaran atau pemutusan status siswa. Sekolah diwajibkan tetap mencatat peserta didik hingga batas usia sekolah, meskipun siswa mengalami kendala ekonomi maupun sosial.

“Sekolah tidak dibenarkan mengeluarkan atau melakukan DO. Kalau siswa tidak aktif, solusinya kita arahkan ke PKBM atau SKB agar tetap tercatat sebagai peserta didik,” ucapnya.

Disdikpora Buleleng juga mengoptimalkan peran Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai jalur pendidikan alternatif. Saat ini, Buleleng memiliki 10 PKBM dan 1 SKB yang tersebar di kecamatan dan masih memiliki daya tampung memadai.

“Pembelajaran di PKBM dan SKB lebih fleksibel, bisa menyesuaikan waktu peserta didik, bahkan secara daring. Ini sangat membantu anak-anak usia sekolah agar tidak benar-benar terputus dari pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, dengan sistem tersebut, peserta didik yang sebelumnya berpotensi putus sekolah tetap terlayani dan memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan hingga memperoleh ijazah.

“Kami optimistis, dengan langkah ini angka putus sekolah di Buleleng bisa terus ditekan dan akses pendidikan semakin merata,” ucapnya mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....