Lekesan: Simbol Ketulusan dan Kesempurnaan dalam Persembahan Umat Hindu

  • 27 Okt 2025 19:22 WIB
  •  Singaraja

KBRN, Singaraja: Dalam setiap upacara keagamaan umat Hindu di Bali, banten tidak hanya sekadar sesaji, melainkan bahasa simbolis untuk menyampaikan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Di antara berbagai unsur yang terdapat dalam banten, ada satu bagian kecil namun penuh makna, yaitu lekesan. Walau tampak sederhana, lekesan memiliki filosofi mendalam yang mengajarkan tentang ketulusan, kesucian, dan keseimbangan hidup.

Lekesan merupakan campuran dari beras, kapur, dan sedikit air kunyit, yang ditempatkan di atas ceper atau sampian. Dalam beberapa jenis banten, lekesan dioleskan di bagian tertentu atau diletakkan di tengah sebagai inti penyucian. Setiap bahan di dalam lekesan menyimpan makna spiritual yang menggambarkan kesempurnaan hidup manusia.

Beras melambangkan kemurnian pikiran dan sumber kehidupan, karena dari beraslah manusia mendapatkan tenaga untuk berbuat baik.

Kapur menggambarkan kesucian dan pencerahan, simbol kekuatan Ilahi yang memutihkan segala kegelapan dalam hati.

Kunyit dengan warna kuning keemasan melambangkan kemuliaan, kemakmuran, dan sinar kebijaksanaan.

Ketika ketiganya disatukan menjadi lekesan, artinya manusia diajak untuk menyatukan pikiran, perasaan, dan perbuatan dalam ketulusan. Lekesan menjadi simbol penyempurna banten, tanda bahwa persembahan telah dilandasi oleh hati yang suci dan niat yang benar.

Selain itu, lekesan juga memiliki makna penolak leteh (kekotoran). Ia berfungsi sebagai pembersih energi negatif, baik di lingkungan tempat banten diletakkan maupun dalam diri orang yang membuatnya. Karena itulah, umat Hindu meyakini bahwa tanpa lekesan, banten belum sepenuhnya memiliki daya spiritual yang utuh.

Dalam setiap tetes lekesan, tersimpan pesan luhur bahwa kesempurnaan persembahan tidak terletak pada besarnya banten, tetapi pada kemurnian hati yang menyertainya. Membuat lekesan menjadi latihan batin untuk menumbuhkan sikap satvika — hidup dengan pikiran jernih, perasaan tulus, dan tindakan yang bermanfaat bagi sesama.

Lekesan mengingatkan kita bahwa bhakti sejati bukan hanya tentang ritual, tetapi tentang kesadaran diri dalam menyucikan pikiran dan hati. Lewat lekesan, umat Hindu diajak untuk selalu berbuat dengan tulus, menjaga keseimbangan antara dunia lahir dan batin, serta menebar kesucian dalam setiap langkah kehidupan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....