NTT Dapat 13 Ribu Hektar Cetak Sawah Rakyat
- 28 Jul 2025 09:19 WIB
- Ende
KBRN, Ende: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menerima alokasi lahan seluas lebih dari 13.000 hektar untuk program cetak sawah rakyat dari Kementerian Pertanian. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional mewujudkan swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Billy Oemboe Wanda, S.P, kepada RRI, Senin (28/7/2025), menjelaskan bahwa dari total alokasi tersebut, sekitar 5.200 hektar telah tersedia anggaran untuk pelaksanaan tahap awal. Saat ini, proses Survei Investigasi dan Desain (SID) sedang dilakukan oleh tim dari Universitas Nusa Cendana.
Wilayah sasaran awal tersebar di sejumlah kabupaten, seperti Kabupaten Kupang dan Sumba Timur. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan ketersediaan lahan dan sumber air yang memadai untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Joaz Billy menekankan bahwa pemilihan lokasi dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun lingkungan di kemudian hari. Selain itu, keterlibatan penyuluh dan petani lokal menjadi kunci dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek ini.
Dalam prosesnya, para petani akan didampingi oleh tenaga penyuluh pertanian sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Pemerintah daerah juga diharapkan aktif mendukung program ini, termasuk dari para bupati di wilayah sasaran.
Program cetak sawah ini ditargetkan memulai konstruksi awal pada tahun 2026, setelah tahap perencanaan selesai pada akhir 2025. Penanaman padi di lahan baru diharapkan bisa dimulai segera setelah konstruksi rampung.
Dinas Pertanian berharap, program ini dapat menambah luas tanam, luas panen, serta meningkatkan produksi dan produktivitas padi di NTT. Hal ini sejalan dengan visi nasional untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
Hingga Juli 2025, produksi padi NTT sudah hampir menyamai capaian sepanjang tahun 2024. Dengan tambahan lahan baru, target peningkatan produksi ke depan dinilai realistis dan dapat dicapai.
Joaz Billy mengajak seluruh pihak untuk mendukung program ini, agar para petani NTT bisa merasakan manfaat langsung dalam bentuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Dengan kerja sama yang baik, NTT diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam pencapaian ketahanan pangan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....