Peluang Kerja Jerman Dorong Generasi Muda NTT Tingkatkan Kompetensi Global

  • 10 Jun 2026 14:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Peluang kerja yang dibuka pemerintah Jerman bagi tenaga kerja Indonesia menjadi kesempatan bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meningkatkan kompetensi dan meraih pengalaman kerja internasional. Kesempatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan mempersiapkan keterampilan dan kemampuan bahasa yang memadai.

Kepala BP3MI Provinsi NTT, Suratmi Hamidah, dalam siaran Florata Pagi, Rabu, 10 Juni 2026, mengatakan Jerman saat ini mengalami kekurangan tenaga kerja produktif akibat populasi yang menua sehingga membuka peluang bagi pekerja dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja yang disampaikan kepada pemerintah Indonesia mencapai sekitar 50 ribu orang.

“Kita di Nusa Tenggara Timur dengan jumlah angkatan kerja yang cukup banyak dapat memanfaatkan peluang ini, tetapi harus mempersiapkan skill, terutama kemampuan bahasa Jerman minimal tingkat B2,” ujar Suratmi. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguasaan bahasa menjadi salah satu syarat utama untuk dapat bersaing di pasar kerja Jerman.

Ia menjelaskan sektor yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja dari Indonesia adalah bidang kesehatan dan perhotelan (hospitality), di samping berbagai sektor lain yang disesuaikan dengan kompetensi pelamar. Karena itu, peningkatan keterampilan dan sertifikasi menjadi modal penting bagi calon pekerja.

Untuk mendukung kesiapan sumber daya manusia, BP3MI NTT bekerja sama dengan GIZ Jerman menyelenggarakan pelatihan calon instruktur bahasa Jerman secara gratis selama enam bulan bagi guru-guru SMK yang telah memiliki dasar kemampuan bahasa Jerman. Program tersebut dijadwalkan dimulai pada bulan berikutnya dan telah diikuti sekitar 70 pendaftar.

“Pelatihan ini difasilitasi penuh oleh pemerintah Jerman sehingga nantinya para peserta dapat menjadi instruktur dan membuka lembaga pelatihan bahasa Jerman yang memenuhi standar sertifikasi,” kata Suratmi. Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran bahasa Jerman bagi generasi muda di NTT sehingga semakin banyak yang memenuhi persyaratan bekerja di negara tersebut.

Selain itu, BP3MI memastikan seluruh proses penempatan pekerja migran ke Jerman dilakukan secara aman dan prosedural dengan memenuhi persyaratan usia, kompetensi, kesehatan, serta kelengkapan dokumen sesuai ketentuan. Suratmi juga mengajak generasi muda NTT untuk terus meningkatkan kemampuan diri dan mencari informasi melalui jalur resmi agar dapat memanfaatkan peluang kerja di Jerman sekaligus terhindar dari praktik penempatan tenaga kerja ilegal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....