Gubernur Melki Teken Investasi Hidrogen Hijau Rp9,6 Triliun

  • 31 Mei 2025 21:47 WIB
  •  Ende

KBRN, Ende: NTT menandai langkah besar menuju energi hijau global melalui kerja sama investasi hidrogen hijau senilai Rp9,6 triliun.

Penandatanganan dilakukan Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam forum bisnis internasional Indonesia–Prancis di Jakarta.

Penandatanganan tersebut berlangsung pada Rabu, 28 Mei 2025, disaksikan Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Gubernur Melki menandatangani kerja sama dengan perusahaan energi asal Prancis, PT HDF Energy Indonesia.

Kesepakatan ini mencakup pembangunan delapan pembangkit listrik berbasis teknologi Renewstable di delapan kabupaten di NTT.

Investasi senilai USD 600 juta atau setara Rp9,6 triliun ini menjadi bagian dari total komitmen USD 2,3 miliar di Indonesia timur.

“NTT ingin membuktikan bahwa daerah timur Indonesia mampu jadi pusat inovasi energi terbarukan dunia,” ujar Gubernur Melki.

Ia menekankan pentingnya transformasi NTT sebagai pionir energi bersih berbasis potensi lokal seperti matahari dan angin.

Teknologi Renewstable menggunakan energi surya dan angin yang disimpan dalam bentuk hidrogen sebagai sumber daya yang stabil.

Sistem ini dinilai sangat cocok bagi wilayah kepulauan terpencil seperti NTT yang belum memiliki infrastruktur listrik memadai.

Carine Lalmant dari Kedutaan Besar Prancis menyebut NTT sebagai mitra strategis dalam pengembangan energi berkelanjutan.

“Prancis melihat Indonesia, terutama NTT, sebagai mitra penting untuk membangun ekosistem energi hijau,” ucap Carine.

HDF Energy memiliki pengalaman global dalam pengembangan pembangkit hidrogen dan menjadikan NTT sebagai lokasi strategis baru.

Perusahaan ini berkomitmen menghadirkan solusi energi bersih yang juga menciptakan lapangan kerja dan teknologi ramah lingkungan.

Kerja sama ini menandai redefinisi posisi NTT dari daerah tertinggal menjadi pelopor energi hijau berskala nasional dan internasional.

“Ini bukan hanya proyek energi, tapi bentuk nyata pembangunan masa depan yang berkelanjutan,” kata Melki menutup pernyataannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....