Pemilik Usaha Pengeringan Bulu Ayam Bantah Keluhan Warga
- 25 Jan 2025 12:52 WIB
- Singaraja
KBRN, Negara: Pemilik usaha pengeringan bulu ayam di Banjar Munduk, Desa Pengambengan bantah tudingan warga mengenai bau busuk yang diduga berasal dari usahanya. Pemilik usaha, Yuda memastikan semua perizinan usahanya telah lengkap dan tidak ada warga yang secara langsung menyampaikan keluhan kepadanya. Yuda bahkan menuding adanya isu yang sengaja disebarkan untuk menjatuhkan usahanya.
Dalam keterangannya di Kantor Desa Pengambengan, Yuda mengakui munculnya bau dari proses penjemuran bulu ayam. Namun ia membantah tuduhan yang menyebut bau tersebut menyerupai bau bangkai.
"Yang saya jemur adalah bulu ayam, bukan bangkai," ujarnya. Yuda mengatakan tempat usahanya menyewa dari KUD Pengambengan dan sudah ada izin dari pihak KUD.
Yuda juga menjelaskan, usaha pengeringan bulu ayam ini telah berjalan lima bulan. Selama ini menurut Yuda, tidak ada warga yang datang langsung menyampaikan keluhan terkait bau tersebut.
"Kalau memang ada masalah bau, kenapa warga tidak datang langsung? Selama ini hanya ada isu di luar saja," ucapnya.
Terkait masalah perizinan, pihaknya memastikan telah melengkapi seluruh dokumen yang diperlukan, termasuk Izin Operasional (OSS), Nomor Induk Berusaha (NIB), dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) dari Dinas Lingkungan Hidup. Ia juga menyebutkan telah berkoordinasi dengan Perbekel setempat mengenai usaha ini.
Mengenai tudingan bahwa bau dari usaha pengeringan bulu ayam tersebut menyebabkan gangguan kesehatan pada warga, Yuda menyatakan siap bertanggung jawab jika tuduhan tersebut terbukti benar. Bahkan ia siap menerima warga dan untuk membuktikan bersama-sama cek ke dokter memastikan penyebabnya. Namun bilamana tuduhan tidak terbukti, ia mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum.
Yuda juga mengungkapkan, sebelum memulai usaha, ia sudah berkonsultasi dengan pihak perizinan. Karena usahanya termasuk kategori mikro, tidak diperlukan sosialisasi lebih lanjut. "Usaha saya termasuk mikro, sesuai penjelasan pihak perizinan, tidak dibutuhkan penyanding," katanya.
Selain itu, Yuda membantah klaim warga yang mengaku telah berusaha berkomunikasi langsung dengannya. Sebab menurutnya, hingga saat ini tidak ada warga yang datang ke rumah untuk berdiskusi tentang usahanya. Pihaknya juga menceritakan peristiwa yang mengejutkan, di mana pihaknya pernah menemukan bangkai ayam yang diduga sengaja dibuang di dekat lokasi usaha tersebut.
"Dulu, pernah ada bangkai ayam sebanyak 1 kresek merah yang besar dibuang di dekat usaha kami. Kejadian itu diketahui oleh pekerja yang bekerja di usaha saya," tuturnya.
Meskipun usahanya sudah berjalan selama lima bulan, hasil yang didapat masih belum sesuai harapan. Namun ia tetap memastikan kesejahteraan para karyawan yang sebagian besar berasal dari Pengambengan.
Sebelumnya, diberitakan pada Kamis (23/1/2025) sejumlah warga mendatangi Kantor Desa Pengambengan mengeluhkan bau busuk yang berasal dari usaha pengeringan bulu ayam. Mereka menyatakan bau tersebut mengganggu aktivitas mereka dan menyebabkan masalah kesehatan. Beberapa warga juga mengklaim telah mencoba mendatangi rumah pemilik untuk menyampaikan keluhan, namun tidak ada solusi yang diberikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....