Bakesbangpol Jabar Dorong Generasi Muda Kokoh Hadapi Tantangan Zaman

  • 17 Sep 2026 19:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Barat kembali menggelar kegiatan Ngabela Nagara Batch 25 di Aula Sanggariang, Jalan Siliwangi, Kabupaten Kuningan, Rabu 16 September 2026. Kegiatan yang mengangkat tema Membangun Karakter Bela Negara bagi Generasi Muda Jawa Barat tersebut menghadirkan Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Hj. Tina Wiryawati, serta tiga narasumber dari berbagai latar belakang.

Tiga narasumber hadir dalam diskusi tersebut, yakni Pj Ketua Kadin Kota Tasikmalaya Asep Saepulloh, akademisi STAI Al Ma'arif Ciamis Jamiludin Hidayat, serta Supervisor Pelatihan Character Building Jejen Jenal Akbar. Jalannya diskusi tersebut dimoderatori oleh Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Kuningan, M. Khadafi Mufti.

Dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa keberlangsungan Indonesia sangat bergantung pada kualitas generasi penerus. Generasi muda dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga keutuhan negara sekaligus menghadapi berbagai tantangan yang berkembang.

Salah satu pesan yang disampaikan adalah pentingnya generasi penerus berpedoman pada empat pilar kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Generasi muda juga diminta mewaspadai masuknya ideologi dari luar yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Ancaman terhadap negara disebut tidak selalu berbentuk konflik terbuka, tetapi dapat muncul melalui berbagai bentuk lain, termasuk tekanan ekonomi dan finansial. “Ketika ekonomi sulit, negara akan mudah diacak-acak,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Karena itu, generasi muda didorong membangun ketahanan diri melalui prestasi, karakter, dan akhlak. Kekuatan bangsa dinilai tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam dan pembangunan fisik, tetapi juga kualitas manusianya.

Jawa Barat sendiri dinilai memiliki posisi strategis karena menjadi salah satu wilayah dengan potensi sumber daya alam yang besar sekaligus berada dekat dengan pusat pemerintahan nasional. Kondisi tersebut membuat ketahanan nasional di Jawa Barat dipandang penting untuk mendukung pembangunan nasional.

Pembahasan juga menyoroti bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. Generasi yang saat ini berusia di bawah 30 tahun disebut akan menjadi kelompok penting dalam menentukan arah bangsa ketika Indonesia memasuki usia satu abad kemerdekaan.

Jawa Barat memiliki tantangan sekaligus peluang besar karena merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Dengan jumlah generasi muda yang besar, kualitas karakter dan kemampuan mereka akan berpengaruh terhadap masa depan pembangunan daerah maupun nasional.

Namun, generasi muda saat ini juga menghadapi berbagai persoalan, terutama yang berkaitan dengan moralitas dan mentalitas. Perkembangan teknologi, khususnya penggunaan telepon pintar, dinilai membawa pengaruh besar terhadap kehidupan generasi muda.

Teknologi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kreativitas, tetapi juga dapat berdampak negatif apabila digunakan tanpa kontrol. “Semua kembali kepada bagaimana cara kita menggunakan teknologi ini,” menjadi penekanan dalam pembahasan tersebut.

Selain persoalan teknologi, peredaran narkoba juga menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai. Narkoba disebut menyasar generasi muda dan dapat menimbulkan ketergantungan yang kemudian berdampak terhadap perilaku.

Sejumlah persoalan sosial seperti pencurian, perundungan, kekerasan, pornografi, hingga berbagai bentuk kejahatan lainnya turut disinggung sebagai dampak yang perlu dicegah melalui penguatan karakter generasi muda. Dalam konteks tersebut, para pelajar tidak hanya didorong menjadi pengguna media sosial, tetapi juga diarahkan untuk menjadi bagian dari penyebaran pesan positif tentang bela negara.

Media sosial dinilai dapat dimanfaatkan untuk menularkan semangat menjaga persatuan dan keutuhan bangsa kepada sesama generasi muda. Salah satu caranya dengan membiasakan cek dan ricek sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi.

Generasi muda juga diharapkan mampu memberikan edukasi kepada teman sebaya agar tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks. Selain itu, pelajar didorong melawan konten negatif, termasuk pornografi dan radikalisme, dengan memperbanyak konten edukatif dan positif.

Kegiatan tersebut menekankan agar generasi muda tidak sekadar menjadi penonton di ruang digital. Sebaliknya, para pemuda didorong menjadi pemengaruh positif yang mampu menginspirasi lingkungan melalui karya, prestasi, dan konten membangun.

Karakter yang kuat, prestasi tinggi, dan akhlak kokoh menjadi modal utama generasi muda dalam menjaga keutuhan bangsa. Melalui potensi tersebut, pemuda diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....