AKSARA Jabar 2026 Dorong UMKM Cirebon Naik Kelas

  • 11 Sep 2026 15:59 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon mendorong penguatan kapasitas pelaku UMKM melalui pelaksanaan Regional Offline AKSARA Jawa Barat 2026. Kegiatan yang digelar di Kota Cirebon tersebut diharapkan membuka akses pasar dan jejaring usaha yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo membuka Regional Offline AKSARA Jabar 2026 di Ruang Prabayaksa Gedung Sekretariat Daerah Kota Cirebon, Selasa 8 September 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai bidang usaha dan dinilai sejalan dengan upaya menciptakan iklim usaha yang kondusif.

"Pemerintah Kota Cirebon menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan Regional Offline AKSARA Jawa Barat 2026 di Kota Cirebon. Kegiatan ini menjadi ruang yang penting untuk memperkuat kapasitas wirausaha sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha kita," ujar Effendi Edo yang dikutip dari press release Pemerintah Kota Cirebon Selasa, 8 September 2026.

Effendi mengatakan Kota Cirebon memiliki posisi strategis secara geografis dan ekonomi dengan konektivitas yang kuat serta aktivitas perdagangan dan jasa yang terus berkembang. Potensi kewirausahaan juga tumbuh di berbagai sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, ekonomi kreatif, jasa hingga usaha berbasis inovasi.

Menurut Effendi, potensi tersebut perlu didorong agar pelaku usaha tidak hanya berkembang di tingkat lokal. Penguatan tata kelola bisnis, perencanaan pertumbuhan, dan kemampuan membaca pasar menjadi tantangan yang perlu dihadapi agar UMKM dapat naik kelas.

"Persoalan UMKM untuk naik kelas tidak selalu berakar pada minimnya modal. Banyak pelaku usaha kita yang produknya berkualitas, tetapi belum ditopang oleh sistem bisnis yang kokoh," ucapnya.

Effendi menilai ekosistem pendampingan menjadi bagian penting dalam pengembangan kewirausahaan karena pelaku usaha masih membutuhkan penguatan dari sisi pencatatan keuangan, legalitas, pembiayaan, hingga akses pasar dan jejaring. Melalui AKSARA, pelaku usaha diharapkan dapat memperkuat model bisnis dan meningkatkan kesiapan dalam mengembangkan usahanya.

"Momentum hari ini adalah ruang transisi. Kita ingin pelaku usaha bergeser dari sekadar menjalankan rutinitas transaksi harian menuju entitas ekonomi yang memiliki fondasi yang kuat, adaptif terhadap perubahan pasar, dan mempunyai proyeksi pertumbuhan yang terukur," katanya.

Pemerintah Kota Cirebon juga berkomitmen membuka ruang kolaborasi lintas instansi untuk mendukung pengembangan UMKM. Effendi berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda satu hari, tetapi dapat menghasilkan jaringan bisnis, pengetahuan manajerial, dan keberanian bagi pelaku usaha untuk menjalankan rencana pengembangan bisnis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....