BPBD Jabar Minta Warga Lapor Aparat Desa jika Butuh Air
- 09 Sep 2026 15:00 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Warga yang mengalami kekurangan air bersih akibat kekeringan dapat menyampaikan permintaan bantuan distribusi air melalui aparat setempat untuk kemudian dikoordinasikan dengan BPBD. Pranata Humas Ahli Muda BPBD Provinsi Jawa Barat, Andri Setiawan, menyampaikan hal tersebut dalam Dialog Kentongan Pro 1 RRI Cirebon pada Selasa, 1 September 2026, saat menjawab pertanyaan warga mengenai kondisi sumur rumah yang mulai mengering.
Andri mengatakan permintaan bantuan tetap dapat disampaikan masyarakat meskipun kekurangan air hanya dialami oleh satu keluarga atau rumah tangga. Namun, distribusi bantuan BPBD umumnya dilakukan dalam skala desa atau pada titik tertentu karena keterbatasan armada yang tersedia untuk menjangkau seluruh wilayah Jawa Barat.
“Saya rasa kalau untuk mau meminta distribusi air bersih, ya bisa disampaikan aja, Pak,” ujar Andri.
Baca juga: BPBD Jabar Dorong Warga Menabung Air dan Membuat Biopori Hadapi Kemarau
Ia menjelaskan masyarakat dapat menyampaikan kondisi kekurangan air kepada aparat di wilayahnya agar kebutuhan tersebut dapat dikoordinasikan dengan BPBD setempat. Mekanisme melalui aparat desa maupun kecamatan diperlukan agar bantuan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Menurut Andri, distribusi air bersih yang dilakukan BPBD biasanya tidak diberikan langsung ke setiap rumah, melainkan disalurkan ke desa atau lokasi tertentu untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat. Kondisi tersebut berkaitan dengan keterbatasan armada, sementara wilayah terdampak kekeringan tersebar di berbagai daerah Jawa Barat.
Ia menambahkan, masyarakat yang berada di perumahan dan tidak mendapatkan bantuan langsung dapat mempertimbangkan pembelian air bersih apabila kebutuhan air mendesak dan bantuan distribusi belum dapat menjangkau rumah mereka. Pembelian air juga dapat dilakukan secara bersama-sama atau dengan cara patungan beberapa rumah untuk memenuhi kebutuhan selama sumber air mengalami kekeringan.
“Artinya, kami memberikan bantuan itu juga ke desa, atau hanya sebatas sampai desa lalu didistribusikan di tempat tertentu, gitu,” kata Andri.
Baca juga: Status Siaga Darurat Kekeringan Jabar Berlaku hingga 30 September
Andri mengatakan keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam memberikan bantuan secara langsung kepada setiap rumah yang mengalami kekurangan air bersih. Karena itu, masyarakat yang membutuhkan bantuan diharapkan segera menyampaikan kondisi tersebut melalui aparat setempat agar dapat dikoordinasikan dengan BPBD dan instansi terkait.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....