Tradisi Maulid Keraton Cirebon Hadapi Tantangan di Era Digital
- 25 Agt 2026 18:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pelestarian tradisi Maulid Nabi di keraton Cirebon menghadapi tantangan seiring perkembangan teknologi dan perubahan pola masyarakat di era digital. Keterlibatan generasi muda serta pelaku ekonomi dinilai menjadi bagian penting agar tradisi tersebut tetap dimiliki dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Pegiat Budaya Cirebon sekaligus Wargi Kesultanan Cirebon, Drs. R. Chaidir Susilaningrat, mengatakan pemerintah, pihak keraton, dan pemangku adat perlu bersama-sama menjaga keberlangsungan tradisi Maulid Nabi. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan memberikan ruang keterlibatan kepada generasi muda dalam setiap rangkaian kegiatan.
Menurutnya, tradisi Maulid Nabi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan seperti pembacaan kitab Barzanji dan doa. Rangkaian Maulid juga menghadirkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui pasar malam yang melibatkan pelaku UMKM.
“Tantangannya adalah bagaimana di era digital ini para pemangku kepentingan, dalam hal ini pemerintah, kemudian keraton, para pemangku adat, bagaimana menempatkan peringatan Maulid ini untuk tetap dimiliki oleh masyarakat dengan cara melibatkan generasi muda, melibatkan para pelaku ekonomi,” ujarnya saat dihubungi oleh RRI, Selasa, 25 Agustus 2026.
Baca juga: Disbudpar Kota Cirebon Dorong Tradisi Maulid Nabi Cirebon Jadi Festival
Chaidir menjelaskan, keterlibatan pelaku ekonomi perlu didukung melalui regulasi yang dapat menjaga keberlangsungan kegiatan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, apabila tradisi tersebut tidak lagi memberikan manfaat yang dirasakan masyarakat, dikhawatirkan akan muncul sikap tidak peduli terhadap pelaksanaannya.
Selain memiliki potensi ekonomi, ia menilai tradisi Maulid Nabi di keraton juga memiliki potensi sebagai wisata budaya Cirebon. Tradisi tersebut dapat menarik masyarakat dari luar daerah, termasuk warga Cirebon yang berada di perantauan untuk kembali ke daerah asalnya.
“Selain faktor ekonomi juga di situ ada faktor potensi wisata budaya. Banyak orang yang datang ke Cirebon ingin melihat Maulud, terutama orang-orang Cirebon yang di perantauan ingin pulang, nah ini ada unsur wisata budaya,” ucapnya.
Baca juga: Tradisi Panjang Jimat Maulid Nabi Terjaga di Keraton Cirebon Kasepuhan
Ia menambahkan, potensi tersebut perlu dikemas sesuai dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai dan makna tradisi Maulid Nabi. Dengan demikian, tradisi keagamaan dan budaya tersebut diharapkan tetap menarik bagi generasi muda sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan pariwisata bagi masyarakat Cirebon.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....