Satgas Pangan Majalengka Sidak Pasar, Harga Minyakita Dijual Jauh di Atas HET

  • 19 Mei 2026 16:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Suasana lorong Pasar Tradisional Sindangkasih, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, mendadak lebih sibuk dari biasanya. Aktivitas jual beli masyarakat berlangsung di tengah kondisi pasar yang padat.

Tim gabungan Satgas Pangan Polres Majalengka bersama Disperdagin Majalengka melakukan inspeksi mendadak atau sidak. Kegiatan ini untuk memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok.

Petugas memeriksa satu per satu lapak pedagang di pasar tersebut. Pemeriksaan meliputi harga beras, cabai, bawang merah, dan minyak goreng.

Sidak dipimpin Satgas Pangan di bawah arahan Kasatreskrim Polres Majalengka, AKP Udiyanto. Kegiatan juga melibatkan Kabid Pasar Disperdagin Majalengka, Taufikurrohman.

Dari hasil pemantauan, ditemukan lonjakan harga pada sejumlah komoditas pangan. Komoditas yang mengalami kenaikan terutama cabai dan bawang merah.

Perhatian utama tertuju pada harga Minyakita yang dijual di atas HET. Harga eceran tertinggi resmi pemerintah ditetapkan Rp15.700 per liter.

Di sejumlah kios, Minyakita dijual dengan harga Rp21.500 hingga Rp22.000 per liter. Kondisi ini jauh melebihi ketentuan harga yang berlaku.

"Temuan ini menjadi perhatian serius karena selisih harga Minyakita sudah terlalu jauh dari ketentuan HET,” ujar Kabid Pasar Disperdagin Majalengka, Taufikurrohman, Selasa 19 Mei 2026.

Selain harga yang tinggi, stok Minyakita juga mulai langka di tingkat pedagang. Kondisi ini menyulitkan masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng subsidi.

Disperdagin Majalengka dan Satgas Pangan berkomitmen menelusuri jalur distribusi lebih lanjut. Penelusuran dilakukan hingga asal barang yang diterima pengecer.

Taufikurrohman menegaskan akan menindaklanjuti temuan tersebut secara hukum dan administratif. Ia menyebut distribusi resmi seharusnya tidak membuat harga melebihi HET.

Sejumlah pedagang mengaku menaikkan harga karena modal dari agen juga tinggi. Mereka juga menyebut pasokan barang mulai tersendat.

Warga berharap pemerintah segera menstabilkan harga kebutuhan pokok. Salah seorang pembeli, Oki, khawatir kondisi ini membebani masyarakat kecil.

Sidak ini menjadi bagian pengawasan pemerintah dan kepolisian terhadap stabilitas pangan. Upaya ini juga untuk mencegah penjualan bahan pokok subsidi di atas harga ketentuan.





google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....