Kejar Swasembada, Majalengka Genjot Bawang Putih lewat Demplot Kementan

  • 19 Agt 2026 19:55 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka - Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memperkuat pengembangan bawang putih sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Pemerintah daerah bersama Kementerian Pertanian menyiapkan demplot bawang putih di dua lokasi untuk menguji varietas, teknologi budidaya, sekaligus melihat potensi pengembangannya.

Penanaman bawang putih serentak digelar di Desa Nunuk, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Rabu, 19 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan pengembangan bawang putih yang berlangsung serentak di 17 provinsi.

Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, pengembangan bawang putih di Majalengka telah dilakukan melalui sejumlah uji coba untuk menemukan varietas dan lokasi yang sesuai dengan kondisi agroklimat daerah. "Untuk komoditas bawang putih di Majalengka, sebelumnya pernah kita lakukan uji coba tanam atau demplot di Cikaracak, Kecamatan Argapura. Namun ternyata kurang cocok," ujar Eman.

Pemkab kemudian mengembangkan budidaya bawang putih di kawasan Nunuk Baru menggunakan varietas lokal. Pemerintah juga menggandeng Universitas Majalengka untuk menguji varietas Starmill 99.

Namun, pengembangan varietas tersebut masih menghadapi kendala pasar karena ukuran umbinya relatif kecil. "Karakteristik Starmill 99 ini umbinya relatif kecil-kecil, sehingga kurang bisa diterima oleh pasar. Tetapi kami tidak berhenti. Terus dilakukan uji coba dan pengembangan lebih lanjut agar kita mendapatkan varietas yang sesuai, baik dari sisi produktivitas maupun kebutuhan pasar," katanya.

Pada 2026, Majalengka kembali mendapat dukungan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian untuk pengembangan bawang putih melalui dua lokasi demplot, yakni Desa Nunuk Baru, Kecamatan Maja, dan Desa Kancana, Kecamatan Cikijing.

Bupati Majalengka berharap dukungan lintas sektor, termasuk dari jajaran TNI dan Polri, dapat semakin memperkuat pengembangan bawang putih di Majalengka. "Kami berharap dengan dukungan dari Polri, pengembangan bawang putih di Majalengka dapat semakin baik, sehingga ke depan bisa ikut mewujudkan swasembada bawang putih nasional," ucapnya.

Kepala DKP3 Kabupaten Majalengka Gatot Sulaeman mengatakan, masing-masing demplot memiliki luas 0,5 hektare sehingga total lahan demplot Kementan mencapai 1 hektare. "Untuk demplot dari Kementan, di Nunuk seluas 0,5 hektare dan di Kancana juga 0,5 hektare. Jadi total demplot Kementan mencapai satu hektare," kata Gatot.

Di luar lahan demplot, budidaya bawang putih oleh petani telah berkembang di areal yang lebih luas. Di Desa Nunuk, luas tanam mencapai sekitar 1 hektare, sementara di Desa Kancana mencapai 9 hektare.

Gatot menyebut pengembangan tersebut menjadi modal penting untuk mengukur potensi bawang putih Majalengka. Pendampingan akan terus dilakukan, mencakup produktivitas, kualitas panen, kesesuaian varietas hingga pemasaran.

Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman mengatakan Polri siap mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan, termasuk pengembangan bawang putih. Menurutnya, dukungan Polri tidak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga melalui sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, penyuluh, kelompok tani dan masyarakat.

"Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, Polri siap mendukung program pemerintah, termasuk pengembangan bawang putih di Majalengka," ujarnya.

AKBP Aldy menekankan pentingnya keberlanjutan setelah penanaman dilakukan. Program tersebut harus diikuti perawatan, pendampingan dan pengawalan agar menghasilkan produksi optimal. "Kami siap bersinergi dengan pemerintah daerah, TNI, penyuluh dan para petani agar program ini memberikan manfaat nyata," ucapnya.

Dari sisi petani, program tersebut disambut positif. Petani bawang putih Desa Nunuk, Cecep, berharap dukungan pemerintah dapat diperkuat melalui penyediaan bibit, teknologi budidaya, pendampingan serta kepastian pasar.

"Harapan kami hasilnya bagus dan ada pasar yang jelas. Kalau hasilnya bagus dan harganya menguntungkan, petani pasti lebih semangat untuk menanam bawang putih," ujarnya.

Pengembangan bawang putih di Majalengka kini diarahkan sebagai proses berkelanjutan untuk menemukan pola budidaya dan varietas yang paling sesuai. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya merumuskan strategi pemasaran yang paling efektif.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....