Beras Melimpah, Pengangguran Turun: Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen
- 18 Agt 2026 20:35 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Ketahanan pangan menjadi salah satu penopang penting pembangunan Kabupaten Majalengka. Hingga Juli 2026, daerah ini mencatat surplus beras mencapai 122.421 ton, di tengah upaya pemerintah menjaga produktivitas pertanian dan memastikan ketersediaan pangan masyarakat.
Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengatakan, surplus tersebut ditopang oleh ketersediaan beras yang mencapai 294.086 ton, sementara kebutuhan masyarakat tercatat sekitar 171.666 ton. Capaian serupa juga terjadi pada komoditas jagung.
Hingga Juli 2026, Majalengka mencatat surplus jagung sebesar 13.755 ton, dengan kebutuhan sebanyak 29.157 ton dan ketersediaan mencapai 33.920 ton. "Pada sektor ketahanan pangan, Kabupaten Majalengka juga mencatat capaian positif," ujar Bupati Eman Suherman, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian tidak hanya bergantung pada hasil produksi, tetapi juga dukungan sarana produksi bagi petani, termasuk ketersediaan pupuk bersubsidi. Hingga Juli 2026, penyerapan pupuk subsidi jenis Urea mencapai 55,36 persen, atau sekitar 20.153 ton dari total alokasi 36.400 ton.
Sementara itu, pupuk NPK telah terserap 60,01 persen, yakni sekitar 17.110 ton dari alokasi 28.514 ton. Pemerintah Kabupaten Majalengka memastikan ketersediaan stok pupuk bersubsidi masih dalam kondisi aman hingga Desember 2026.
Kondisi tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan aktivitas produksi para petani. Selain itu, langkah ini juga ditujukan untuk mendukung kesinambungan ketahanan pangan di daerah.
Ekonomi Majalengka Tumbuh 6,86 Persen
Di tengah penguatan sektor pangan, indikator perekonomian Majalengka juga menunjukkan tren positif. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Majalengka meningkat dari 6,38 persen menjadi 6,86 persen pada 2025.
Capaian tersebut menempatkan Majalengka sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua di Jawa Barat. Pertumbuhan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan perbaikan indikator ketenagakerjaan.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Majalengka tercatat turun menjadi 3,62 persen. Penurunan juga terjadi pada angka kemiskinan.
Persentase penduduk miskin di Kabupaten Majalengka turun menjadi 10,31 persen. Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dengan surplus komoditas pangan dan dukungan pupuk bagi petani, Pemerintah Kabupaten Majalengka terus mendorong pembangunan yang bertumpu pada sektor produktif. Langkah tersebut diimbangi dengan penguatan pertumbuhan ekonomi serta penurunan angka pengangguran dan kemiskinan demi memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Dari sawah yang menghasilkan surplus pangan hingga geliat ekonomi yang terus tumbuh, Majalengka tengah memperkuat fondasi pembangunan daerah melalui dua jalur sekaligus. Langkah ini ditempuh dengan menjaga ketahanan pangan serta memperluas kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....