Kemarau 2026 di Kuningan Diprediksi Lebih Panjang
- 31 Mar 2026 05:23 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan – Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi perubahan musim tahun 2026. Berdasarkan prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, BMKG, wilayah Kabupaten Kuningan diprediksi akan memasuki puncak musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah kesiapsiagaan sejak dini menghadapi perubahan musim tersebut.
“Bulan Mei ini efektifnya kita mulai siap-siap musim kemarau. Berbeda dengan tahun lalu yang merupakan ‘kemarau basah’, tahun ini diprediksi durasinya akan lebih panjang. Ini yang harus menjadi atensi kita sejak dini,” ujar Indra dalam keterangannya, Senin, 30 Maret 2926.
Ia menjelaskan, hingga akhir April status kesiapsiagaan masih berada pada Siaga Hidrometeorologi Basah. Namun, memasuki Mei, status akan beralih menjadi kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
BPBD juga telah memetakan sejumlah wilayah rawan krisis air bersih, terutama di Kuningan bagian timur dan selatan. Kecamatan seperti Cimahi, Karangkancana, Cidahu, dan Cibingbin menjadi fokus perhatian karena kerap mengalami kesulitan air saat kemarau panjang.
“Wilayah-wilayah ini hampir setiap tahun terdampak kekeringan. Karena itu, kami dorong upaya mitigasi seperti pipanisasi dan optimalisasi sumber mata air agar tidak selalu bergantung pada dropping air,”ucapnya menjelaskan.
Selain krisis air, potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) juga menjadi ancaman serius. Wilayah utara Kuningan yang berbatasan dengan kawasan Perhutani dan Taman Nasional Gunung Ciremai menjadi titik rawan, meliputi Pasawahan, Mandirancan, Cilimus, hingga Jalaksana.
Indra mengingatkan, kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan hutan, tetapi juga berpotensi muncul di permukiman warga akibat aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan, terutama saat cuaca panas dan angin kencang, karena sangat berisiko memicu kebakaran,” katanya menegaskan.
Sebagai langkah konkret, BPBD akan mengoptimalkan kembali peran Satgas Karhutla sesuai Instruksi Presiden, dengan memperkuat koordinasi lintas instansi agar respons terhadap bencana bisa lebih cepat dan efektif.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam pencegahan dengan menghemat penggunaan air, menjaga kelestarian sumber mata air, serta meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten Kuningan akan menerbitkan surat edaran resmi untuk mempertegas langkah-langkah pencegahan di tingkat kecamatan dan desa, guna menekan dampak kemarau panjang tahun ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....