IWAPI Kuningan Soroti Potensi Kolaborasi Sektor Lokal Kabupaten Kuningan
- 02 Sep 2026 15:20 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pemberdayaan perempuan terus didorong melalui peningkatan keterampilan, dukungan permodalan, dan perluasan jejaring usaha di Kabupaten Kuningan. Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat perekonomian daerah berbasis potensi lokal.
Meskipun demikian, kolaborasi antara pengusaha perempuan dan sektor pertanian setempat hingga kini belum sepenuhnya terealisasi. Isu ini mengemuka dalam Dialog Cirebon Menyapa Pro 1 RRI Cirebon bertema "Melesatkan Ekonomi Kuningan: Sinergi Kebijakan Publik dan Pemberdayaan Usaha Wanita Berbasis Potensi Lokal" pada Selasa, 1 September 2026, bertepatan dengan Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan.
Peningkatan jumlah anggota dan kemampuan pelaku usaha perempuan menjadi salah satu perkembangan yang dirasakan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kabupaten Kuningan melalui berbagai kegiatan pelatihan yang rutin dilakukan untuk memperkuat kapasitas anggotanya. Ketua DPC IWAPI Kabupaten Kuningan, Hj. Nurhayati, BA., mengatakan pemberdayaan tersebut diarahkan agar perempuan tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga memperoleh dukungan untuk mengembangkan usaha.
“Alhamdulillah, khususnya IWAPI, kita sudah banyak peningkatan, dan keanggotaannya juga sudah makin bertambah, keterampilannya juga sudah makin bertambah karena kita sering mengadakan pelatihan-pelatihan,” ujar Nurhayati. Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya organisasi untuk meningkatkan kemampuan pengusaha perempuan dalam menghadapi perkembangan dunia usaha dan kebutuhan pasar.
Selain peningkatan keterampilan, IWAPI juga memberikan dukungan permodalan melalui koperasi yang dimiliki organisasi sebagai salah satu fasilitas bagi anggota yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usahanya. Nurhayati mengatakan dukungan tersebut turut diperkuat melalui berbagai peluang bantuan dan jejaring yang tersedia bagi organisasi dan anggotanya.
“Jadi pengusaha perempuan yang bergabung dengan IWAPI, alhamdulillah kita bantu dari bentuk permodalan juga, kita bantu dalam bentuk keterampilannya juga, kalau permodalan kita punya koperasi,” kata Nurhayati. Dukungan permodalan dan peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat membantu UMKM perempuan bertahan sekaligus berkembang di tengah persaingan usaha.
Baca juga: IWAPI Kuningan Ungkap Kendala Digitalisasi UMKM Perempuan
Dalam mendorong inovasi, IWAPI juga berupaya mengajak generasi muda dan perempuan untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan organisasi agar memiliki motivasi serta wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan dunia usaha. Kesempatan mengikuti kegiatan di tingkat pusat juga dimanfaatkan sebagai sarana bagi anggota untuk melihat pengalaman dan perkembangan pengusaha dari berbagai daerah.
Namun, potensi kolaborasi antara pengusaha perempuan dengan sektor pertanian di Kabupaten Kuningan hingga kini belum berjalan secara optimal, meski gagasan untuk membangun kerja sama tersebut telah muncul dan mendapat perhatian dari organisasi di tingkat pusat. Nurhayati mengatakan sebelumnya terdapat program penanaman komoditas seperti cabai, tetapi pelaksanaannya belum menjangkau IWAPI hingga tingkat daerah di Kabupaten Kuningan.
“Nah, untuk sekarang memang belum, kemarin kami ada wacana untuk ke situ, dan dari pusat pun sudah datang ke sini, tapi belum terlaksana,” ujar Nurhayati. Ia mengatakan program yang berkaitan dengan kegiatan pertanian sebelumnya masih berada pada tingkat pusat dan provinsi sehingga belum dapat dirasakan langsung oleh pengusaha perempuan di daerah.
Ke depan, kolaborasi antara pelaku usaha perempuan dan sektor pertanian diharapkan dapat dikembangkan untuk mengolah hasil sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah serta memperluas peluang ekonomi masyarakat. Sinergi tersebut dinilai dapat mendukung semangat Kabupaten Kuningan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, sekaligus tetap mengakar pada potensi lokal dalam memperkuat perekonomian daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....