Paguyuban Silihwangi Menyiapkan Ribuan Relawan Antisipasi Karhutla
- 02 Sep 2026 13:35 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Sebanyak 1.027 anggota Masyarakat Peduli Api dari Paguyuban Silih Wangi Ciayumajakuning dipersiapkan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Gunung Ciremai.
- Kesiapan dilakukan melalui kegiatan supervisi, pelatihan, dan simulasi pencegahan serta penanganan karhutla di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan.
- Inisiatif ini merupakan upaya proaktif untuk melindungi kawasan hutan nasional dari risiko kebakaran melalui keterlibatan masyarakat lokal.
RRI.CO.ID, Kuningan - Sebanyak 1.027 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tergabung dalam Paguyuban Silih Wangi Ciayumajakuning disiapkan untuk menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Kesiapan itu diperkuat melalui kegiatan supervisi, pelatihan, dan simulasi pencegahan serta penanganan karhutla yang digelar di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Rabu, 2 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi musim kemarau dan potensi meningkatnya risiko kebakaran akibat fenomena El Nino. Ketua Paguyuban Silihwangi Ciayumajakuning, H. Nandar Juniar Arip, mengatakan pelatihan tersebut penting untuk membekali anggota MPA dengan pengetahuan dan kemampuan dasar dalam mencegah serta menangani kebakaran.
Baca juga: Bawa Dump Truck dan Ratusan Karung, KTH Silihwangi Bersihkan Waduk Darma
“Acara ini diselenggarakan untuk mencegah karhutla di musim El Nino. Alhamdulillah untuk peralatan pencegahan pertama ada, semoga nanti bisa lebih dilengkapi,” ujar Nandar.
Dalam kegiatan tersebut, anggota MPA mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber, mulai dari kalangan akademisi, UPTD Damkar Satpol PP Kuningan, hingga Balai TNGC. Materi yang diberikan mencakup langkah-langkah pencegahan kebakaran serta pengetahuan mengenai penanganan dan pemadaman api di lapangan.
Para peserta juga mengikuti simulasi sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. “Ada pemberian materi dari akademisi, UPTD Damkar Satpol PP Kuningan, dan Balai TNGC agar masyarakat lebih paham cara memadamkan api dan pencegahannya,” kata Nandar.
Menurut dia, keberadaan MPA menjadi penting karena anggotanya tersebar di sejumlah wilayah sekitar kawasan TNGC. Mereka juga tergabung dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Paguyuban Siliwangi sehingga koordinasi dapat dilakukan lebih cepat ketika muncul potensi kebakaran.
“Anggota MPA ada 1.076 yang tersebar di sekitar wilayah TNGC, yang juga merupakan anggota KTH Paguyuban Siliwangi. Insya Allah akan lebih mudah untuk mengoordinasikannya agar lebih fokus ke kegiatan HHBK yang lebih lestari,” ujarnya.
Baca juga: BPBD Majalengka Gandeng Paguyuban Silihwangi Antisipasi Karhutla Ciremai
Nandar berharap kapasitas relawan terus diperkuat, termasuk melalui penyediaan sarana pendukung pencegahan karhutla. Ia juga mendorong pembangunan embung dan pengadaan kendaraan operasional untuk menunjang mobilitas MPA.
“Ke depannya, saya harapkan bekas lokasi kebakaran bisa ditanami pepohonan konservasi. Langkah pencegahannya antara lain dengan pembuatan embung dan penyediaan sarana penunjang seperti mobil kabin untuk MPA,” katanya.
Ia menegaskan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga kawasan Gunung Ciremai dari ancaman kebakaran. “Jangan ada lagi kebakaran di TNGC, kami masyarakat sifatnya membantu menjaga,” ucapnya menegaskan.
Kapolsek Pasawahan, Iptu Enang Kurnia, mengapresiasi pelatihan dan kesiapsiagaan yang dilakukan MPA. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan karena wilayah Pasawahan sebelumnya telah mengalami kebakaran hutan dan lahan.
“Menghadapi musim kemarau panjang, kita berupaya melakukan antisipasi dan harus siap siaga, sebab kemarin di Pasawahan sudah dua kali terjadi karhutla. Mari kita bersama-sama mencegahnya,” ujar Enang.
Baca juga: Bawa Dump Truck dan Ratusan Karung, KTH Silihwangi Bersihkan Waduk Darma
Ia mengatakan peran relawan MPA sangat membantu aparat dalam menangani kebakaran yang pernah terjadi di wilayah tersebut. “Kejadian kemarin Alhamdulillah dibantu rekan-rekan MPA. Tanpa mereka, kami tidak tahu bagaimana, karena MPA sangat membantu,” katanya.
Menurut Enang, kemampuan masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanganan awal kebakaran perlu terus ditingkatkan melalui pelatihan dan koordinasi lintas lembaga. “Kebakaran hutan harus segera diatasi dan dicegah. Kami dari kepolisian sangat mengapresiasi rekan-rekan MPA yang selalu eksis, respons cepat, dan bekerja sama menanggulangi agar karhutla tidak terulang,” ucapnya.
Dukungan serupa disampaikan Danramil Pancalang Kodim 0615/Kuningan, Kapten CBA Sunardi. Ia menekankan pencegahan kebakaran harus dilakukan sebelum api muncul dan meluas.
“Mari kita bekerja sama menjaga sebelum kejadian, karena masyarakat sekitar sinilah yang tahu persis kondisi lingkungan di wilayah TNGC,” katanya menegaskan. Sementara itu, Kepala Desa Padabeunghar, Ruhiyat menyampaikan apresiasi atas keterlibatan MPA yang selama ini aktif membantu penanganan kebakaran di kawasan Gunung Ciremai.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Masyarakat Peduli Api yang terus siaga membantu penanganan dan pemadaman api saat terjadi kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai,” ujarnya. Melalui pelatihan dan simulasi tersebut, para relawan MPA diharapkan semakin siap melakukan pencegahan, merespons titik api, serta membantu penanganan awal kebakaran sebelum api meluas di kawasan sekitar TNGC.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....