Aksi Hijau PWI Kuningan Jaga Mata Air

  • 17 Feb 2026 20:56 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Pendekatan konservasi kini ditempuh kalangan jurnalis di daerah untuk merespons persoalan lingkungan. Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Kuningan memilih merayakan Hari Pers Nasional 2026 dan HUT ke-80 PWI dengan cara menanam pohon di kawasan kaki Gunung Ciremai, Sabtu, 14 Februari 2026.

Aksi berlangsung di Blok Wangun Citamiang, Desa Sukamukti, Kecamatan Jalaksana wilayah yang berfungsi sebagai sabuk hijau Taman Nasional Gunung Ciremai dan area resapan bagi Mata Air Cilengkrang. Ratusan bibit ditanam, mencakup tanaman keras dan pohon produktif.

Ketua PWI Kuningan, Nunung Khazanah, menuturkan kegiatan ini dirancang sebagai pesan moral bahwa insan pers juga bagian dari ekosistem yang harus dijaga.

“Kami ingin peringatan HPN tidak berhenti pada seremoni. Pers juga punya tanggung jawab sosial terhadap kelestarian alam. Menjaga hutan berarti menjaga ruang hidup masyarakat Kuningan,” ujarnya.

Menurutnya, daerah penyangga Ciremai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan air dan mencegah degradasi lahan. Karena itu, keterlibatan berbagai pihak dinilai krusial.

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, menyebut kegiatan tersebut sebagai contoh edukasi publik yang efektif.

“Konservasi tidak cukup lewat wacana. Keteladanan seperti ini memberi pesan kuat bahwa menjaga lingkungan adalah kerja bersama,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Ketua DPRD Nuzul Rachdy dan Anggota DPRD Sri Laelasari yang menilai gerakan kolektif semacam ini dapat memperkuat kesadaran ekologis masyarakat.

Kegiatan melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Balai Taman Nasional Gunung Ciremai, Perum Perhutani, Diskominfo Kabupaten Kuningan, serta komunitas DPD Gema Jabar Hejo Kuningan.

Ketua komunitas tersebut, Ali M. Nur, melihat aksi ini sebagai bentuk nyata kolaborasi lintas profesi.

“Ketika jurnalis ikut menanam, pesan konservasi jadi lebih kuat. Ini bukan hanya simbolik, tapi langkah merawat masa depan,” ucapnya.

Selain memperkuat tutupan vegetasi, penanaman pohon buah diharapkan memberi nilai tambah ekonomi bagi warga. Gerakan ini sekaligus menegaskan bahwa isu lingkungan tidak hanya untuk diberitakan, tetapi juga diupayakan solusinya di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....