Wedang Secang, Minuman Merah Alami dari Tanah Nusantara

  • 10 Sep 2026 06:39 WIB
  •  Cirebon
Poin Utama
  • Wedang Secang, Minuman Merah Alami dari Tanah Nusantara

RRI.CO.ID, Cirebon - Wedang secang memiliki satu ciri yang langsung terlihat. Warnanya merah. Menariknya, warna tersebut bukan berasal dari pewarna sintetis, melainkan dari kayu secang.

Secang atau Caesalpinia sappan merupakan tanaman yang telah lama digunakan dalam tradisi masyarakat Asia, termasuk Indonesia. Bagian kayunya dapat direbus untuk menghasilkan cairan berwarna merah.

Dalam minuman tradisional, secang sering dipadukan dengan jahe, kayu manis, cengkeh, dan gula. Hasilnya adalah minuman dengan aroma rempah dan rasa hangat.

Kementerian Kesehatan memasukkan secang sebagai salah satu tanaman dalam pedoman penelitian jamu. Tanaman tersebut menjadi bagian dari berbagai ramuan tradisional yang diteliti.

Secang memiliki berbagai senyawa fenolik dan pigmen alami. Karena kandungan tersebut, secang banyak menarik perhatian dalam penelitian mengenai aktivitas antioksidan.

Tetapi perlu dicatat, aktivitas antioksidan suatu ekstrak tanaman tidak otomatis berarti minuman tersebut mampu mencegah semua penyakit. Dalam konteks makanan dan minuman, secang dapat menjadi contoh menarik mengenai pemanfaatan bahan lokal.

Masyarakat tidak hanya mengambil manfaat dari rasa dan aroma rempah, tetapi juga memanfaatkan warna alaminya. Jahe dalam wedang secang memberikan rasa hangat.

Kayu manis menghadirkan aroma lembut. Cengkeh menambahkan karakter rempah. Jika dibuat dengan gula secukupnya, minuman ini dapat dinikmati sebagai minuman tradisional yang menyegarkan sekaligus menghangatkan.

Dari sisi sejarah kuliner, pemanfaatan secang menunjukkan bahwa masyarakat Nusantara memiliki pengetahuan mengenai berbagai tanaman yang tumbuh di lingkungan mereka.

Pengetahuan tersebut tidak selalu hadir dalam bentuk buku. Sebagian diwariskan melalui praktik keluarga dan pengalaman masyarakat.

Itulah yang membuat minuman tradisional memiliki nilai penting. Setiap resep bukan hanya daftar bahan, tetapi juga menyimpan pengetahuan tentang tanaman, cara mengolah, dan kebiasaan masyarakat.

Meski demikian, aspek keamanan tetap penting. Bahan harus bersih, air yang digunakan layak, dan proses perebusan dilakukan secara higienis.

Kementerian Kesehatan menekankan bahwa produk obat tradisional yang beredar perlu memperhatikan izin edar, aturan pakai, tanggal kedaluwarsa, serta kontraindikasi. Keajaiban wedang secang akhirnya berada pada perpaduan warna, rasa, aroma, dan budaya.

Satu potong kayu dapat memberikan warna merah alami pada segelas minuman. Dari situlah terlihat betapa kayanya pengetahuan tradisional Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....