Sekolah Didorong Ciptakan Ruang Aman bagi Siswi saat Menstruasi

  • 31 Agt 2026 21:48 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah dinilai perlu semakin responsif terhadap kebutuhan biologis peserta didik, khususnya anak perempuan yang mulai mengalami menstruasi. Dukungan tersebut diperlukan agar anak merasa aman dan tetap dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman.

Sekretaris Program Studi PGMI Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon, Evan Pranawa, M.Pd., mengatakan kebutuhan biologis antara peserta didik laki-laki dan perempuan memang memiliki perbedaan yang perlu dipahami oleh tenaga pendidik.

Menurutnya, pemahaman tersebut tidak boleh berhenti pada anak perempuan. Peserta didik laki-laki juga perlu diberikan edukasi agar memahami perubahan biologis yang dialami teman-temannya.

“Nah, kita selaku guru ini harus bisa mengajarkan tuh bukan ke hanya anak perempuannya aja tapi ke siswa laki-lakinya juga gitu. Ternyata ada perbedaan biologis sehingga ketika terjadi menstruasi mereka itu memerlukan suatu perlakuan yang sedikit spesial,” ujarnya katanya dalam Program Pengarusutamaan Gender - Branda Asta Cita RRI Cirebon edisi Senin, 31 Agustus 2026 .

Ia menjelaskan sekolah juga perlu menyediakan fasilitas yang dapat menunjang kebutuhan biologis peserta didik. Salah satunya melalui Unit Kesehatan Sekolah atau UKS yang memadai.

“Ketika menstruasi berlangsung pun ketika terjadinya di sekolah itu sekolah harus punya fasilitas misalkan UKS yang memadai gitu ya ataupun kebutuhan-kebutuhan yang memang bisa membantu kebutuhan biologis tersebut seperti itu sehingga nantinya itu anak perempuan itu merasa aman,” katanya.

Menurutnya, rasa aman tersebut berkaitan erat dengan kondisi psikologis anak. Peserta didik perlu memiliki ruang untuk menyampaikan kondisi yang dialaminya kepada guru tanpa takut merasa malu ataupun mendapat perlakuan negatif.

“Mereka terasa safety gitu ya untuk bercerita gitu. Oh Bu seperti ini loh saya sedang seperti ini seperti itu. Jadi dia bisa bercerita akhirnya ya dengan leluasanya pun anak laki-lakinya tidak mengejek gitu ya,” ujarnya.

Karena itu, edukasi mengenai menstruasi dan perbedaan biologis perlu diberikan secara proporsional kepada seluruh peserta didik. Hal tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan sekolah yang saling menghormati.

Ia menilai pemahaman mengenai kebutuhan biologis harus menjadi bagian dari kompetensi calon pendidik. Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga mampu mengenali kebutuhan peserta didiknya.

Ia menambahkan, pendekatan tersebut tetap harus dilakukan tanpa memberikan perlakuan diskriminatif. Perbedaan kebutuhan biologis justru perlu dipahami sebagai bagian dari keberagaman kondisi peserta didik yang harus direspons secara tepat.

Dengan dukungan fasilitas dan pemahaman yang baik dari guru maupun teman sebaya, anak perempuan diharapkan dapat menjalani masa menstruasi di lingkungan sekolah secara lebih aman, nyaman, dan bermartabat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....