Pemerintah Kota Cirebon Targetkan Stunting Turun 13,05% di tahun 2026
- 14 Agt 2026 17:29 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Penguatan pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan pemantauan tumbuh kembang balita menjadi perhatian Pemerintah Kota Cirebon dalam upaya mencegah stunting. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cirebon Sutikno mendorong masyarakat memanfaatkan layanan puskesmas dan posyandu secara rutin sebagai bagian dari pencegahan sejak dini.
Berdasarkan rilis Pemerintah Kota Cirebon, prevalensi stunting pada Semester I 2026 tercatat 14,13%, atau sebanyak 2.191 anak dari total 16.385 balita. Sutikno mengatakan angka tersebut masih perlu menjadi perhatian bersama, terutama melalui peningkatan pemeriksaan kehamilan, pemenuhan gizi, imunisasi, dan pemantauan kesehatan anak.
“Angka ini perlu menjadi perhatian kita bersama. Salah satu yang harus kita lakukan adalah bagaimana ibu-ibu hamil bisa memeriksakan kesehatan di layanan kesehatan, baik yang ada di puskesmas,” katanya.
Menurutnya, pemeriksaan kehamilan atau antenatal care (ANC) minimal enam kali menjadi salah satu intervensi penting dalam pencegahan stunting. Capaian ANC enam kali pada Semester I 2026 telah mencapai 44,4% dari target 40%, namun pemeriksaan rutin tetap perlu didorong agar kondisi ibu dan janin dapat terpantau.
Selain ibu hamil, pencegahan stunting juga dilakukan sejak remaja melalui skrining anemia dan konsumsi Tablet Tambah Darah. Skrining anemia remaja putri telah mencapai 95,34%, sedangkan konsumsi Tablet Tambah Darah mencapai 92,9% dari target 65%.
Sutikno juga menekankan pentingnya membawa balita ke posyandu setiap bulan agar pertumbuhan dan kondisi kesehatan anak dapat diketahui sejak dini. Pemantauan pertumbuhan balita telah mencapai 94,47%, sementara cakupan imunisasi lengkap bagi baduta masih 30,5% dari target 35%.
Pada Agustus 2026, Pemkot Cirebon turut mendorong pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) untuk meningkatkan perlindungan kesehatan anak. Sutikno mengajak masyarakat dan media ikut mengedukasi keluarga agar seluruh sasaran mendapatkan imunisasi serta memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
“Harapan kita ke depan ini stunting bisa dicegah. Dari para remaja bagaimana meminum konsumsi tablet tambah darah. Begitu juga dari ibu hamil yang memeriksakan kesehatan, juga asupan gizi,” ucapnya.
Pemkot Cirebon menargetkan prevalensi stunting turun menjadi 13,05% pada akhir 2026. Untuk mencapai target tersebut, masyarakat didorong aktif memanfaatkan layanan kesehatan gratis di posyandu dan puskesmas, mulai dari masa remaja, kehamilan hingga pemantauan tumbuh kembang balita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....