SDN Pangrango Cirebon Dampingi Siswa Sukseskan Pelaksanaan BIAS
- 12 Agt 2026 16:21 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kota Cirebon tidak hanya menyiapkan aspek teknis imunisasi, tetapi juga pendampingan agar siswa berani mengikuti vaksinasi, terutama anak kelas 1 yang masih takut terhadap jarum suntik. Upaya tersebut dilakukan sekolah melalui pendataan sasaran, koordinasi dengan Puskesmas, pendampingan guru, hingga pemberian edukasi dan reward sederhana kepada siswa selama pelaksanaan BIAS.
Kepala SDN Pangrango Kota Cirebon, Wafa Sriastria, S.Pd., M.Pd. mengatakan sekolah terlebih dahulu melakukan sosialisasi bersama Puskesmas mengenai jadwal dan teknis pelaksanaan BIAS sebelum menyiapkan siswa yang menjadi sasaran imunisasi. Menurutnya, guru juga dilibatkan untuk mendampingi anak agar pelaksanaan imunisasi berlangsung aman dan lancar serta tidak menimbulkan ketakutan berlebihan.
Pada pelaksanaan BIAS bulan Agustus, imunisasi menyasar siswa SD/MI atau sederajat kelas 1 dan 5, sedangkan imunisasi berikutnya dilaksanakan pada November untuk siswa kelas 2 serta pengulangan jenis vaksin tertentu bagi kelas 1 dan 5. Jenis imunisasi yang diberikan antara lain Campak, Rubela, DT (Difteri Tetanus) dan Td (Tetanus Difteri), dan HPV yang berperan penting dalam mencegah kanker leher rahim pada perempuan.
Pengalaman pelaksanaan BIAS pada tahun sebelumnya menunjukkan siswa kelas 1 menjadi kelompok yang membutuhkan pendampingan lebih karena sebagian anak masih belum terbiasa menghadapi tindakan imunisasi. Wafa mengatakan, “Setiap tahunnya penuh drama ya, Mbak ya. Untuk kelas 1 itu sulit sekali.”
Menurut Wafa, sebagian siswa bahkan menunjukkan berbagai reaksi ketika akan mendapatkan suntikan, mulai dari berlari hingga bersembunyi di bawah meja karena merasa takut. Kondisi tersebut diatasi guru dengan memberikan nasihat menggunakan bahasa sederhana serta menghadirkan reward kecil berupa stiker atau balon agar anak lebih berani mengikuti imunisasi.
Pendampingan tersebut juga dilakukan dengan menempatkan sejumlah guru untuk membantu mengarahkan dan menenangkan siswa selama kegiatan berlangsung, karena anak-anak dinilai lebih mudah mengikuti arahan wali kelas yang sudah mereka kenal. Wafa mengatakan, “Jadi saya mending orang tua yang di luar, guru yang di dalam gitu. Jadi mungkin itu untuk meminimalisir terjadinya drama-drama yang berkelanjutan.” ucapnya
Pelaksanaan BIAS di Kota Cirebon merupakan kegiatan yang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor, termasuk Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Dinas Sosial, Disdukcapil, serta perangkat daerah lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar perlindungan kesehatan anak usia sekolah tidak hanya berfokus pada pemberian imunisasi, tetapi juga mencakup edukasi dan pendampingan yang membuat siswa lebih siap menerima vaksinasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....