Ketakutan terhadap Pemeriksaan Menjadi Tantangan Skrining Kanker
- 31 Agt 2026 09:37 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Rasa takut terhadap proses pemeriksaan dan kekhawatiran mengenai biaya disebut menjadi salah satu alasan sebagian perempuan menunda skrining kanker. Kondisi tersebut dinilai perlu diatasi dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan sejak dini.
Dokter Penanggung Jawab Mutu Laboratorium Klinik Kimia Farma, dr. Widya, M.KM., H.Kes., CTPT, mengatakan masih menemukan pasien perempuan yang khawatir melakukan pemeriksaan karena menganggap proses skrining akan terasa sakit. Bahkan, menurutnya, ada pasien yang tidak mendapatkan izin dari suaminya untuk menjalani pemeriksaan.
Ia menjelaskan, pemeriksaan pada perempuan yang telah menikah memang dapat menggunakan alat tertentu untuk mengambil sampel. Namun, menurutnya, masyarakat tidak perlu membayangkan prosedur tersebut sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan.
"Memang pada saat diambil jaringan kita disuntik saja kita berani. Ini kita cuma ambil sedikit jaringannya atau kita usap sedikit dengan kapas, kita putar, sebenarnya itu tidak sakit," katanya dalam siaran Indonesia Sehat RRI Cirebon, Jumat 28 Agustus 2026.
Selain rasa takut, biaya juga menjadi pertimbangan bagi sebagian masyarakat untuk menjalani skrining. Ia menilai pemeriksaan seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing pasien, sehingga tidak semua pemeriksaan harus dilakukan sekaligus.
Menurutnya, konsultasi dengan dokter sebelum pemeriksaan penting untuk menentukan jenis skrining yang paling sesuai. Dengan demikian, pasien tidak perlu melakukan pemeriksaan yang tidak dibutuhkan.
"Jadi kita harus ngecek sesuai kebutuhan, bukan cuma keuntungan. Saya sebagai dokter harus fair bahwa pasien safety itu nomor satu dan harus bergantung pada sosial ekonomi pasien," ujarnya.
Ia juga mengingatkan perempuan yang mengalami keluhan tertentu agar tidak menunda pemeriksaan. Perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan di luar siklus menstruasi, nyeri saat berhubungan, nyeri panggul, maupun keputihan yang berulang perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.
"Kalau perempuan yang punya keluhan, misalnya habis hubungan seksual itu keluar perdarahan, nyeri saat berhubungan seksual, nyeri panggul berat atau perdarahan di luar siklus menstruasi, atau sering keputihan yang sembuh datang lagi, itu cepetan ngecek," katanya.
| Baca juga: Mengenal Masuk Angin dari Segi Medis |
Ia menegaskan, skrining tidak selalu berarti seseorang telah terkena kanker. Pemeriksaan justru dapat membantu menemukan adanya perubahan atau faktor risiko lebih awal sehingga langkah selanjutnya dapat ditentukan oleh tenaga kesehatan.
Ia mengajak masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan hanya karena takut atau khawatir mengenai biaya. Menurutnya, konsultasi terlebih dahulu dapat membantu masyarakat memahami pemeriksaan yang benar-benar dibutuhkan.
"Jangan takut cek kesehatan. Masih bisa dikonsultasikan kok, free kalau konsultasinya sebelum pengecekan," ujarnya.
Ia berharap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan dapat mendorong deteksi kanker lebih awal. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya berupaya memperpanjang usia, tetapi juga menjaga kualitas hidup agar tetap sehat dan produktif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....