Cegah Kanker, Masyarakat Diminta Tak Menunda Vaksinasi & Skrining HPV
- 31 Agt 2026 09:29 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pencegahan dan deteksi dini dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko kanker yang berkaitan dengan Human Papillomavirus (HPV). Masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki, diminta tidak menunggu munculnya gejala untuk mulai menjaga kesehatan.
Dokter Penanggung Jawab Mutu Laboratorium Klinik Kimia Farma, dr. Widya, M.KM., H.Kes., CTPT, mengatakan HPV merupakan virus yang umum ditemukan dan memiliki sejumlah tipe dengan tingkat risiko berbeda. Menurutnya, tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan perubahan sel yang dalam jangka panjang berpotensi berkembang menjadi kanker.
"HPV ini punya beberapa strain. Yang pertama ada yang low risk, risiko rendah yang tidak terlalu banyak menyebabkan kanker, misalnya strain 6 atau 11 yang biasanya menyebabkan kutil kelamin," ujar dr. Widya dalam siaran Indonesia Sehat RRI Cirebon, Jumat 28 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, HPV tipe berisiko tinggi, terutama strain 16 dan 18, perlu menjadi perhatian karena dapat memicu perubahan sel. Jika perubahan tersebut dibiarkan dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kanker.
"Yang high risk itu terutama tipe yang strainnya 16 dan 18. Karena dia bisa menyebabkan terjadinya perubahan pada sel yang kalau didiamkan lama, jangka panjang, maka akan menyebabkan terjadinya kanker," katanya.
Dr. Widya menegaskan, kanker yang berkaitan dengan HPV tidak hanya menjadi persoalan perempuan. Laki-laki juga dapat terdampak, antara lain melalui kanker penis, kanker anus, dan kanker orofaring.
Menurutnya, vaksinasi menjadi salah satu bentuk pencegahan utama terhadap infeksi HPV. Vaksin tidak berfungsi sebagai obat bagi orang yang telah terinfeksi, melainkan sebagai upaya perlindungan bagi mereka yang belum terinfeksi.
"Vaksin itu bukan obat. Vaksin itu bisa mencegah untuk yang belum kena," ujarnya.
Ia menyebut vaksin HPV secara pedoman dapat diberikan kepada laki-laki dan perempuan mulai usia sembilan hingga 45 tahun. Sementara bagi mereka yang telah menikah atau memiliki aktivitas seksual, skrining juga penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan.
"Semakin kita bisa mendeteksi dengan secepat-cepat mungkin, deteksi dini itu menyelamatkan banyak orang. Semakin kita cepat mendeteksi dini, maka probabilitas atau kemungkinan untuk angka kesembuhannya tinggi," katanya.
Selain vaksinasi, masyarakat juga dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin sesuai kebutuhan dan rekomendasi tenaga kesehatan. Deteksi pada tahap awal dinilai memberikan peluang penanganan yang lebih baik.
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak takut berlebihan terhadap kanker, tetapi tetap memiliki kesadaran untuk melakukan pencegahan. Menurutnya, kesehatan perlu dipandang sebagai aset penting agar masyarakat dapat tetap produktif dan menjalani hidup berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....