Cuaca Panas Picu Dehidrasi hingga Heat Stroke, Warga Diminta Waspada

  • 02 Sep 2026 15:25 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Cuaca panas dengan suhu tinggi dapat memengaruhi kondisi tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Masyarakat diminta mewaspadai sejumlah dampak cuaca panas, terutama bagi kelompok yang rentan.

Dokter Umum RS Sumber Hurip Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Eri Juhaeriah, CPS., CSES., mengatakan salah satu dampak cuaca panas yang paling umum adalah dehidrasi. Kondisi tersebut terjadi karena tubuh terus mengeluarkan keringat sehingga cairan tubuh berkurang.

“Tanda-tanda dehidrasi antara lain merasa sangat haus, pusing, bibir kering. Selain itu, buang air kecil sedikit atau warnanya mulai pekat,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 2 September 2026.

Menurutnya, dehidrasi yang semakin parah dapat menyebabkan tekanan darah turun hingga kondisi syok. Jika kondisi tersebut terjadi, masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.

Selain dehidrasi, cuaca panas juga dapat menyebabkan heat exhaustion atau kelelahan akibat panas. Kondisi ini ditandai dengan tubuh mulai lemas, sakit kepala, mual, keringat dingin, kulit pucat, hingga detak jantung yang sangat cepat.

“Ini menandakan tubuh kita memberikan sinyal sedang merasa kepanasan dan membutuhkan istirahat di tempat yang sejuk, serta tentunya membutuhkan cairan untuk masuk ke dalam tubuh,” ucapnya.

Dampak cuaca panas yang paling berat adalah heat stroke atau sengatan panas. Kondisi tersebut ditandai suhu tubuh yang dapat mencapai lebih dari 40 derajat celsius, kulit terasa panas dan kering, serta tubuh biasanya tidak lagi mengeluarkan keringat.

Pada kondisi heat stroke, seseorang juga dapat terlihat sangat kebingungan hingga mengalami pingsan. Kondisi tersebut merupakan kegawatdaruratan medis sehingga penderita harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan, khususnya instalasi gawat darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....