Kenali Tahapan dan Tanda Tanda Dehidrasi saat Cuaca Panas

  • 02 Sep 2026 15:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dehidrasi memiliki beberapa tahapan dengan tanda yang berbeda, mulai dari ringan, sedang hingga berat. Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda tersebut agar dapat segera memperoleh penanganan ketika kondisi semakin parah.

Dokter Umum RS Sumber Hurip Kabupaten Cirebon, dr. Hj. Eri Juhaeriah, CPS., CSES., mengatakan dehidrasi ringan umumnya ditandai dengan rasa haus yang berlebihan dan tenggorokan terasa kering. Kondisi tersebut juga dapat disertai rasa pusing serta bibir yang mulai kering.

“Kalau misalkan sampai ke jatuh keadaan di mana buang air kecilnya sedikit, kemudian warna urinenya sudah semakin pekat, itu bisa jatuh ke dalam keadaan dehidrasi sedang-berat,” ujar dr. Eri dalam program Dialog Cirebon Menyapa edisi, Rabu, 2 September 2026.

Baca juga: Cuaca Panas Picu Dehidrasi hingga Heat Stroke, Warga Diminta Waspada

Baca juga: Dokter Sarankan Batasi Konsumsi Es Teh Manis saat Cuaca Panas

Ia mengatakan dehidrasi sedang hingga berat tidak cukup hanya ditangani dengan minum. Masyarakat yang mengalami kondisi tersebut diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan, khususnya instalasi gawat darurat.

Menurutnya, cuaca panas dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami dehidrasi apabila asupan cairan tidak terpenuhi. Kondisi tersebut berkaitan dengan keluarnya keringat dan berkurangnya cairan serta elektrolit dalam tubuh.

Ia menjelaskan, tubuh juga mengalami pertukaran zat-zat elektrolit saat cuaca panas. Jika seseorang kurang minum dan tidak intens memenuhi kebutuhan cairan dalam kondisi tersebut, risiko mengalami dehidrasi menjadi lebih tinggi.

Dehidrasi dapat terjadi pada semua kelompok usia. Namun, lansia dan anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian karena lebih rentan mengalami kekurangan cairan.

Selain lansia dan anak-anak, ibu hamil serta penderita penyakit kronis seperti penyakit jantung dan diabetes juga termasuk kelompok yang rentan. Sementara itu, heat stroke disebut lebih mudah terjadi pada kelompok lansia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....