Menjaga Kolesterol dimomen Iduladha

  • 18 Mei 2026 09:32 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan bahwa 1 Zulhijah 1447 H bertepatan dengan 18 Mei 2026, sehingga hari raya kurban jatuh pada 10 Zulhijah atau 27 Mei 2026. Perayaan Hari Raya Iduladha selalu identik dengan ketersediaan daging kurban yang melimpah seperti sapi dan kambing di setiap rumah tangga.

Momentum kebersamaan ini sering kali diikuti dengan perubahan pola makan yang drastis akibat konsumsi hidangan berlemak secara berlebihan. Bagi sebagian besar masyarakat, hidangan lezat tersebut dapat menjadi pemicu utama melonjaknya kadar kolesterol jahat di dalam darah secara mendadak.

Oleh karena itu, diperlukan strategi dan kesadaran khusus agar kesehatan tubuh tetap terjaga selama hari raya keagamaan ini berlangsung. Langkah awal yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kolesterol adalah dengan memperhatikan cara pengolahan daging kurban sebelum dikonsumsi.

Memasak daging dengan cara direbus, dikukus, atau dipanggang jauh lebih sehat dibandingkan dengan menggorengnya dalam minyak yang banyak. Penggunaan santan kental pada menu gulai dan kari juga sebaiknya dikurangi atau diganti dengan alternatif lain yang lebih rendah lemak.

Selain itu, menyisihkan bagian lemak jenuh yang menempel pada daging sebelum dimasak dapat mengurangi kadar kolesterol secara signifikan.

BACA JUGA : Tambakbaya jadi model desa inklusif disabilitas

Porsi makan juga menjadi kendali penting yang berada sepenuhnya di tangan masing-masing individu saat menghadiri jamuan makan bersama keluarga. Menikmati hidangan khas Iduladha tentu diperbolehkan, namun pembatasan jumlah kalori dan lemak yang masuk ke tubuh harus tetap diterapkan secara disiplin.

Mengonsumsi makanan secara perlahan dapat membantu otak mengirimkan sinyal kenyang lebih cepat sehingga mencegah seseorang makan secara berlebihan. Kedisiplinan dalam menjaga porsi ini menjadi kunci utama terhindarnya tubuh dari berbagai risiko penyakit kardiovaskular.

Untuk mengimbangi asupan lemak dari daging, masyarakat sangat disarankan untuk meningkatkan konsumsi serat larut yang berasal dari sayur dan buah. Serat memiliki kemampuan mengikat kolesterol di dalam sistem pencernaan sehingga mencegahnya diserap oleh dinding usus dan masuk ke aliran darah.

Jenis sayuran seperti buncis, wortel, serta buah-buahan seperti apel dan jeruk sangat baik dikonsumsi setelah menyantap hidangan berdaging. Kehadiran makanan berserat ini berfungsi sebagai pembersih alami yang membantu menjaga keseimbangan metabolisme tubuh.

Dampak buruk dari konsumsi makanan berlemak tinggi ini juga telah menjadi perhatian serius para peneliti kesehatan di berbagai belahan dunia. Terkait fenomena tersebut, Profesor David Jenkins dalam American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa pola makan yang kaya akan serat larut dan sterol tumbuhan mampu menurunkan kadar kolesterol LDL secara efektif setara dengan terapi obat statin dosis rendah.

Temuan ilmiah ini membuktikan bahwa intervensi melalui pemilihan makanan harian memiliki kekuatan besar dalam mengontrol profil lipid tubuh kita.

BACA JUGA : Menggapai asa di Sekolah Alam Bratakasian

Selain menjaga pola makan, menjaga kecukupan cairan tubuh dengan mengonsumsi air putih secara teratur juga tidak boleh diabaikan selama hari raya. Air putih membantu memperlancar proses pencernaan dan membantu ginjal serta hati dalam menyaring sisa-sisa metabolisme makanan yang tidak diperlukan.

Masyarakat sebaiknya menghindari minuman manis, bersoda, atau sirup yang biasa disajikan bersama hidangan utama karena dapat meningkatkan kadar trigliserida. Mengutamakan air putih atau teh hijau tanpa gula adalah pilihan terbaik untuk menemani menu dagiing kurban.

Aktivitas fisik atau olahraga ringan juga harus tetap dijadwalkan di sela-sela kesibukan merayakan hari raya bersama sanak saudara. Jalan kaki santai selama tiga puluh menit setelah makan dapat membantu membakar kalori dan merangsang sirkulasi darah berjalan dengan lebih lancar.

Olahraga teratur diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol baik yang berfungsi mengangkut kolesterol jahat kembali ke hati untuk dihancurkan. Berdiam diri atau langsung tidur setelah makan kenyang merupakan kebiasaan buruk yang harus dihindari selama Iduladha.

BACA JUGA : Desa Tambakbaya Garawangi Kuningan ramah Disabilitas Mental

Melalui kombinasi pengolahan makanan yang benar, konsumsi serat yang cukup, dan tetap aktif bergerak, perayaan Iduladha dapat dilalui dengan aman. Masyarakat diharapkan dapat merayakan hari besar ini dengan penuh suka cita tanpa harus mengorbankan kondisi kesehatan fisik mereka.

Kesadaran untuk menyayangi tubuh melalui kontrol makanan adalah bentuk rasa syukur yang nyata atas berkah yang diterima. Dengan demikian, esensi kebahagiaan hari raya kurban dapat dirasakan secara sempurna lahir maupun batin oleh seluruh anggota keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....