Tambakbaya Jadi Model Desa Inklusif di Kuningan

  • 13 Mei 2026 20:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Radio Republik Indonesia (RRI) Cirebon kembali menyuarakan pesan inspiratif melalui program Dialog Luar Studio yang diselenggarakan pada Rabu, 13 Mei 2026. Diskusi kali ini mengangkat tema "Merawat Harapan dari Tambakbaya: Desa Inklusif Ramah Disabilitas Mental" yang menyoroti keberhasilan kolektif masyarakat di Kabupaten Kuningan.

Program yang dipandu oleh presenter Lisma Julia Sari ini membedah kesuksesan Desa Tambakbaya, Kecamatan Garawangi, dalam menghapus stigma negatif. Diskusi menghadirkan narasumber berkompeten, mulai dari unsur pemerintah daerah, penggerak swadaya masyarakat, hingga penyintas yang merasakan langsung manfaat program inklusi tersebut.

Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Ence Hadiat Rohanda, A.KS., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif lokal ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) di tingkat desa merupakan kunci utama dalam memberikan pelayanan prima bagi warga berkebutuhan khusus.

Dalam paparannya, Ence menegaskan bahwa model pemberdayaan di Tambakbaya membuktikan penyandang disabilitas mental mampu memiliki kualitas hidup yang produktif jika didukung lingkungan yang tepat. Negara hadir melalui kolaborasi strategis guna memastikan hak-hak seluruh lapisan masyarakat terpenuhi tanpa diskriminasi.

Kuwu Desa Tambakbaya sekaligus Ketua LKS Rumah Antara Graha Berdaya, Lukman Mulyadi, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan desa mereka terletak pada penerimaan sosial. Ia menegaskan bahwa kondisi disabilitas mental di desanya tidak lagi dipandang sebagai aib, melainkan tanggung jawab kemanusiaan bersama.

Di bawah naungan Graha Berdaya, para penyandang disabilitas mendapatkan pendampingan medis yang dipadukan dengan terapi okupasi serta ruang interaksi. Langkah ini bertujuan agar mereka merasa dihargai dan memiliki kepercayaan diri untuk kembali bersosialisasi di tengah masyarakat desa secara wajar.

Momen haru muncul saat Yati Nurhayati, seorang penyintas disabilitas mental, membagikan kisah perjuangannya untuk bangkit dari keterpurukan. Yati mengaku sempat merasa putus asa, namun dukungan penuh dari warga desa dan Graha Berdaya berhasil mengembalikan semangat hidupnya untuk kembali beraktivitas.

Diskusi ini diakhiri dengan harapan agar keberhasilan Desa Tambakbaya dapat menjadi rujukan nasional untuk direplikasi di daerah lain. Visi utamanya adalah mewujudkan Indonesia yang inklusif, di mana tidak ada satu pun warga negara yang tertinggal dalam proses pembangunan (leaving no one behind).

Tonton Dialog lengkapnya disini

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....