Bupati Cirebon Imron Melakukan Monitoring Pelaksanaan ORI Campak
- 08 Mei 2026 10:53 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Pemerintah Kabupaten Cirebon melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak Tahun 2026 pada Jumat, 8 Mei 2026 di Balai Desa Mundu Pesisir, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya menekan penyebaran campak yang saat ini telah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) di empat kecamatan di Kabupaten Cirebon.
Bupati Cirebon, Imron, mengatakan pelaksanaan vaksinasi campak terus digencarkan untuk mengejar target sasaran yang telah ditetapkan. “Pada saat ini saya menghadiri kegiatan vaksinasi campak di Desa Mundu Pesisir. Karena di Kabupaten Cirebon ini ada empat kecamatan KLB campak,” ujarnya.
Ia menyebutkan, target ORI Campak tahun ini mencapai 12.221 anak usia 9 hingga 59 bulan. Hingga saat ini, capaian vaksinasi telah menyentuh angka 52,72 persen.
“Target kita 12.221 dan saat ini sudah 52,72 persen. Mudah-mudahan nanti target ini bisa tercapai,” katanya.
Pelaksanaan ORI Campak tidak hanya dilakukan di empat kecamatan yang berstatus KLB, tetapi juga diperluas hingga ke tiga kecamatan lainnya. Dengan demikian, total wilayah sasaran ORI saat ini mencakup tujuh kecamatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni, mengatakan pihaknya optimistis target imunisasi dapat tercapai karena melibatkan berbagai unsur masyarakat.
| Baca juga: Langkah Tepat Atasi Sesak Nafas Malam |
“Dinkes tidak bekerja sendiri. Semua harus terlibat mulai dari kecamatan, desa, kader, sampai tokoh masyarakat. Jadi insyaallah kami optimistis target akan tercapai,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan ORI dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 9 Mei 2026. Setelah itu, Dinkes akan melakukan sweeping imunisasi melalui kunjungan rumah bagi anak-anak yang belum menerima vaksin.
“Nanti mulai minggu depan dilakukan sweeping imunisasi menyebar ke kunjungan rumah,” katanya.
Terkait masih adanya orang tua yang menolak imunisasi bagi anaknya. Karena itu, Dinkes bersama puskesmas terus melakukan edukasi secara kolaboratif kepada masyarakat.
“Teman-teman puskesmas berkolaborasi meminta dukungan kecamatan, desa, tokoh masyarakat, dan kader supaya terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar anak-anak mau divaksin demi kesehatan,” ucapnya.
Diketahui saat ini jumlah suspek campak tercatat sebanyak 119 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 kasus telah terkonfirmasi positif campak, dengan tiga kasus meninggal dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....