Mayoritas Jemaah Haji Berisiko Tinggi, Hipertensi Penyakit Terbanyak
- 31 Jul 2026 21:39 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Sebanyak 80 persen jemaah haji yang diberangkatkan dari Kabupaten Cirebon pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 masuk dalam kategori risiko tinggi. Kondisi tersebut menjadi catatan penting dalam evaluasi pelaksanaan haji sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon menjelang penyelenggaraan haji tahun 2027.
Katimja Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Dede Kurniawan, M.P.H, mengatakan mayoritas jemaah masuk kategori risiko tinggi karena faktor usia maupun penyakit penyerta yang didominasi penyakit tidak menular.
"Masih 80 persen jemaah haji yang diberangkatkan dari Kabupaten Cirebon termasuk kelompok risiko tinggi. Risiko tinggi itu ada yang karena penyakit, ada juga karena usia," ujarnya pada Kamis 30 Juli 2026.
Ia menjelaskan, lima penyakit yang paling banyak ditemukan pada calon jemaah haji yakni hipertensi, gangguan metabolisme seperti hiperkolesterol dan hiperlipidemia, diabetes melitus, gangguan ginjal, serta pembesaran jantung.
"Nomor satunya adalah hipertensi, hampir 30 persen. Kemudian hiperkolesterol, diabetes, gangguan ginjal, dan pembesaran jantung. Itu merupakan penyakit tidak menular yang erat kaitannya dengan gaya hidup, pola makan, pola istirahat, dan kurangnya aktivitas fisik," ujarnya.
Menurutnya, tingginya angka jemaah berisiko tinggi menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan perasaan sehat, tetapi juga melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh.
Ia menilai masih banyak calon jemaah yang merasa sehat meski memiliki sejumlah faktor risiko penyakit. Karena itu, pemeriksaan kesehatan, termasuk pemeriksaan laboratorium, menjadi langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh secara objektif.
"Jemaah haji hanya mendefinisikan sehat berdasarkan perasaan saja. Maka satu-satunya jalan adalah melakukan pemeriksaan kesehatan yang didukung pemeriksaan laboratorium lengkap agar diketahui penyakit atau masalah kesehatan yang diderita," katanya.
Ia menambahkan, penyakit tidak menular membutuhkan waktu pengendalian yang cukup panjang sehingga persiapan kesehatan tidak bisa dilakukan secara mendadak menjelang keberangkatan. Ia mengimbau calon jemaah mulai memperbaiki pola hidup sejak jauh hari agar memenuhi syarat istithaah kesehatan dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....