Dokter: Suntik Vitamin C Cukup 1-2 Bulan Sekali

  • 02 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Suntik vitamin C tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan estetika atau pencerahan kulit. Tindakan ini juga dapat mendukung kekebalan tubuh jika dilakukan dengan frekuensi yang tepat.

Hal tersebut perlu diimbangi dengan pola hidup sehat seperti konsumsi air putih dan buah secara cukup. Selain itu, penggunaan sunscreen secara rutin juga dianjurkan.

Dokter Estetika Klinik Pratama Olea sekaligus Anggota HIPMI Kota Cirebon, dr. Ines Prestisia, dalam dialog RRI dengan Tema : Mau Suntik Vitamin C? yang ditayangkan Jumat, 30 Januari 2026, menjelaskan bahwa penggunaan suntik vitamin C untuk tujuan imun tidak perlu dilakukan terlalu sering dan cukup menyesuaikan dengan kondisi tubuh. Ia menegaskan, frekuensi yang dianjurkan relatif jarang dan tidak bersifat wajib rutin mingguan.

“Kalau untuk yang untuk kekebalan tubuh itu biasanya cukup satu sampai dua bulan sekali biasanya. Biasanya di saat-saat badan memang lagi butuh, misal saya lagi enggak enak badan, tapi saya memang harus beraktivitas gitu ya. Itu boleh suntik,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jadwal tersebut dinilai aman selama tidak berlebihan. Hal ini juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu.

“Jadi biasanya satu sampai dua bulan sekali itu enggak apa-apa. Tapi enggak perlu kayak harus minggu sekali itu enggak masalah sebenarnya,” ucapnya.

Sementara itu, untuk tujuan estetika seperti pencerahan kulit, dr. Ines menyebut frekuensi penyuntikan biasanya lebih sering dan terjadwal secara bertahap. Pasien umumnya dapat melanjutkan tindakan dalam waktu dekat untuk mendapatkan hasil yang optimal.

“Biasanya udah dijadwalin lagi minggu depan atau dua minggu lagi,” katanya. Ia menambahkan bahwa pasien sudah bisa menjadwalkan suntik kedua atau ketiga.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa hasil suntik vitamin C tidak akan maksimal tanpa diimbangi perawatan dari dalam dan perlindungan dari luar. Pola hidup sehat serta perlindungan terhadap paparan sinar matahari menjadi faktor penting dalam menjaga manfaat yang dihasilkan.

“Jadi biasanya kalau untuk dari efek pencerahannya itu tetap minum air putih tetap harus banyak, makan buah-buahan harus tetap banyak,” katanya. Ia menambahkan bahwa penggunaan sunblock atau sunscreen setiap hari juga wajib dilakukan.

Ia juga mengingatkan bahwa tanpa penggunaan sunscreen, manfaat suntik vitamin C bisa menjadi kurang optimal. Hal ini karena kulit tetap terpapar radikal bebas, debu, polusi, dan sinar matahari.

“Jadi percuma kadang kita udah suntik capek-capek seminggu sekali, tapi enggak pakai sunblock, enggak pakai sunscreen,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut membuat kulit terus terpapar radikal bebas, debu, polusi, dan sinar matahari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....