DPRD Kuningan Terima Audiensi Mitra MBG, Bahas Manfaat dan Evaluasi Program
- 29 Jun 2026 15:38 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Kuningan - Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menerima audiensi Forum Mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan di Gedung DPRD Kuningan, Senin , 29 Juni 2026. Audiensi tersebut membahas pelaksanaan program MBG di Kabupaten Kuningan, mulai dari manfaat program, keterlibatan pelaku usaha lokal, hingga berbagai persoalan yang muncul di masyarakat.
Nuzul mengatakan DPRD Kuningan akan terus menerima dan mengawal aspirasi yang berkembang. Menurutnya, program MBG perlu dilihat secara menyeluruh dengan mempertimbangkan sisi positif maupun evaluasi di lapangan.
“Kami harus melihat secara berimbang. Di balik kebaikan-kebaikan yang disampaikan mitra, ada kelemahan dan dampak nyata di lapangan yang harus dievaluasi,” ujar Nuzul usai audiensi.
Ia menyebut sejumlah persoalan seperti dampak terhadap kantin sekolah, tenaga kerja, hingga kondisi UMKM perlu menjadi perhatian bersama. Namun, karena kebijakan utama MBG berada di pemerintah pusat, DPRD daerah hanya dapat menyampaikan masukan dan aspirasi masyarakat.
“Semua dinamika dan masalah ini pusat yang menentukan. Tugas kami di daerah adalah memastikan aspirasi masyarakat Kuningan ini sampai ke atas,” katanya.
Ketua Forum Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Kuningan, H. Udin Kusnedi, memberikan klarifikasi terkait kedatangan para mitra ke Gedung DPRD. Ia menjelaskan bahwa kehadiran mereka sama sekali bukan untuk menanggapi kelompok yang sebelumnya menyampaikan kritik terhadap program tersebut.
“Tidak ada kaitannya dengan tandingan penolakan atau gerakan serupa. Kami datang ke DPRD karena lembaga ini merupakan perwakilan masyarakat. Kami ingin menyampaikan bahwa MBG memiliki manfaat besar, terutama bagi masyarakat Kuningan,” ujar Udin.
Dalam audiensi tersebut, Forum Makan Bergizi Gratis (MBG) memaparkan besarnya potensi ekonomi dari program nasional tersebut. Mereka secara khusus menyoroti peluang besar yang tercipta dari tingginya kebutuhan pasokan bahan pangan setiap harinya.
Udin menyebut saat ini terdapat sekitar 173 dapur MBG yang telah siap beroperasi di Kabupaten Kuningan. Dengan kebutuhan rata-rata 350 kilogram bahan pokok per dapur setiap hari, total kebutuhan diperkirakan mencapai sekitar 60.550 kilogram atau 60,5 ton.
“Angka 60.550 kilogram itu baru kebutuhan bahan pokok. Ini menjadi peluang besar bagi masyarakat Kuningan untuk ikut mengambil peran sebagai penyedia komoditas,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa para mitra Makan Bergizi Gratis (MBG) berkomitmen penuh untuk tetap merangkul potensi daerah. Langkah tersebut diwujudkan dengan melibatkan pelaku usaha lokal secara aktif dalam memenuhi seluruh kebutuhan bahan makanan.
“Saya pastikan seluruh mitra MBG membeli bahan baku dari UMKM lokal. Tidak ada mitra yang memiliki kebun sayur sendiri, peternakan ayam sendiri, atau perkebunan sendiri. Semua kebutuhan itu diperoleh dari masyarakat,” kata Udin menegaskan.
Menurutnya, pemilihan pemasok disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing mitra dengan mempertimbangkan jarak, jaringan, dan efisiensi distribusi agar kualitas bahan pangan tetap terjaga. Terkait adanya penghentian sementara operasional MBG, Udin menyebut hal tersebut merupakan bagian dari evaluasi dan penyempurnaan sistem.
“Memang saat ini ada jeda sementara untuk evaluasi besar-besaran terhadap kekurangan dan kendala yang terjadi sebelumnya. Ini menjadi bagian dari penyempurnaan program,” ujarnya. Ia berharap setelah evaluasi selesai, pelaksanaan MBG dapat kembali berjalan dengan sistem yang lebih baik dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat Kuningan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....