Generasi Muda Jadi Fokus Perda Budaya Jawa Barat

  • 31 Mei 2026 21:16 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Anggota DPRD Jawa Barat, Hj. Tina Wiryawati, menilai keberadaan Peraturan Daerah (Perda) Kebudayaan sangat penting. Regulasi ini krusial untuk menjaga identitas dan jati diri masyarakat Sunda di era modern.

Menurut Tina, regulasi tidak boleh berhenti sebatas dokumen hukum di atas kertas saja. Aturan tersebut harus diikuti langkah konkret yang mampu membuat budaya Sunda lebih dekat dengan kalangan anak muda.

"Saya sangat mendukung keberadaan Perda Budaya untuk Jawa Barat. Karena saya melihat generasi ke depan ini, kalau kita tidak mempertahankan budaya kita dan dituangkan dalam peraturan daerah, saya khawatir generasi muda kita akan semakin hilang akar budayanya," kata Tina saat ditemui usai kegiatan sosialisasi di Kabupaten Kuningan, Minggu, 31 Mei 2026.

Ia mencontohkan keberhasilan Jepang dalam memperkenalkan budayanya ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Langkah tersebut terbukti ampuh sebagai pintu masuk penguatan pengaruh dan produk nasional mereka.

"Jepang itu sebelum memasarkan produknya, mereka masuk dari budayanya dulu. Makanannya, kebudayaannya, diterima dengan sangat baik oleh masyarakat Indonesia. Nah, kalau kita tidak serius menjaga budaya Sunda, saya khawatir jati diri kita sebagai orang Sunda akan hilang karena terus tergerus budaya dari luar," ujarnya.

Politisi yang mewakili Daerah Pemilihan Jawa Barat XIII itu menegaskan pentingnya implementasi perda di lapangan. Aturan tersebut harus diwujudkan melalui program nyata yang mudah diterima oleh generasi muda.

"Saya menunggu aksi nyata kegiatan budaya Sunda yang benar-benar bisa menembus anak-anak muda dan nyangkut di mereka. Jangan hanya membuat perda, tetapi tidak ada kegiatan yang bisa dirasakan oleh Gen Z atau Gen Alpha," katanya.

Tina mengakui tren budaya Korea saat ini sangat kuat memengaruhi anak muda melalui musik, film, dan berbagai produk kreatif lainnya. Karena itu, menurut dia, budaya lokal perlu dikemas dengan pendekatan yang lebih menarik dan sesuai perkembangan zaman.

Salah satu gagasan yang ingin didorongnya adalah memperkenalkan pencak silat secara lebih luas. Target tersebut akan disasar melalui pemanfaatan media digital dan pembuatan konten kreatif.

"Saya ingin mendokumentasikan atau membuat podcast tentang pencak silat. Bukan mengelola perguruannya, tetapi mengenalkan pencak silat kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik," ujarnya menuturkan.

Ia menilai seni bela diri pencak silat memiliki potensi yang sangat besar. Apalagi, warisan budaya ini sudah dikenal luas dan dipertandingkan dalam berbagai ajang olahraga multi-event internasional.

"Mungkin bisa dibuat film pendek atau konten kreatif lainnya yang menarik untuk Gen Z. Kalau mereka tertarik menonton drama Korea, berarti kita juga harus mencari cara agar budaya kita bisa menarik perhatian mereka," ucap Tina.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya berkaitan dengan kebanggaan identitas daerah semata. Jika dikelola dengan baik, langkah ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat.

"Kalau budaya berkembang, maka makanan, produk-produk lokal, dan berbagai sektor lainnya juga ikut berkembang. Dari sana akan muncul nilai ekonomi atau cuan bagi masyarakat," katanya.

Selain pencak silat, Tina menilai berbagai kekayaan budaya lokal memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Kesenian seperti debus, pengobatan tradisional Cimande, hingga jaipongan kini perlu diperkenalkan lewat kolaborasi dengan industri kreatif.

"Perda ini harus hidup dan aktif. Bukan hanya sekadar tulisan. Budaya seperti jaipong bisa dikolaborasikan dengan berbagai kreativitas yang dekat dengan anak-anak muda. Itu yang harus kita dorong bersama," ujarnya.

Tina juga mendorong anggota DPRD di tingkat kabupaten untuk bergerak bersama. Mereka diminta menginisiasi lahirnya regulasi serupa guna memperkuat upaya pelestarian budaya di daerah masing-masing.

"Saya berharap teman-teman fraksi di DPRD Kuningan bisa menginisiasi Perda Budaya di Kuningan. Dengan begitu, upaya pelestarian budaya bisa lebih kuat dan berkelanjutan," kata Tina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....