Mahasiswa UGJ Dampingi UMKM Kuliner Cirebon Bertransformasi ke Digital

  • 14 Jul 2026 00:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Kuningan - Tujuh mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon mendampingi tiga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner tradisional untuk meningkatkan daya saing melalui digitalisasi. Program yang merupakan bagian dari Mata Kuliah Kewirausahaan itu dilaksanakan sepanjang Juni 2026.

Pendampingan diberikan kepada Bakso Mang Ita, Soto Kudus Ibu Amy, dan Bakso Aang. Fokus program meliputi penguatan identitas merek, promosi digital, hingga pemanfaatan media sosial dan layanan berbasis internet agar pelaku usaha mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Dosen pengampu Mata Kuliah Kewirausahaan FEB UGJ, Lisa Harry Soelistyowati, S.E., M.M., mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu memberikan solusi atas persoalan nyata yang dihadapi pelaku UMKM.

"Saya memberikan tugas pendampingan UMKM ini agar mahasiswa tidak hanya memahami teori yang dipelajari di kelas, tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung dalam menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan. Harapannya, mereka memiliki pengalaman praktis sekaligus kepedulian terhadap pengembangan UMKM sebagai penggerak perekonomian daerah," ujar Lisa, Senin 13 Juli 2026.

Pada Bakso Mang Ita di Jalan Cipto Mangunkusumo, Aryakemuning, mahasiswa melakukan pembaruan desain daftar menu agar lebih informatif dan menarik. Selama ini, usaha yang telah berdiri lebih dari 40 tahun tersebut mengandalkan promosi dari mulut ke mulut.

Pemilik Bakso Mang Ita mengaku perubahan tampilan menu memudahkan pelanggan dalam memilih produk.

"Kami berterima kasih kepada mahasiswa FEB UGJ yang telah membantu memperbaiki tampilan daftar menu. Desain baru lebih rapi, informatif, dan memudahkan pelanggan melihat pilihan menu serta harga yang tersedia," katanya.

Sementara itu, di Soto Kudus Ibu Amy yang berlokasi di Jalan R. Dewi Sartika, Sumber, Kabupaten Cirebon, mahasiswa membantu membuat akun Instagram sebagai media promosi digital.

Pemilik Soto Kudus Ibu Amy mengatakan pendampingan tersebut membuka wawasan baru mengenai pemasaran berbasis media sosial.

"Sebelumnya usaha kami lebih banyak dikenal melalui pelanggan dan rekomendasi kerabat. Dengan pendampingan ini kami memiliki sarana promosi yang lebih efektif untuk memperluas jangkauan pasar," ujarnya.

Pendampingan juga dilakukan terhadap Bakso Aang di kawasan Pasar Kanoman. Mahasiswa membantu membuat titik lokasi usaha di Google Maps, akun media sosial, serta desain daftar menu untuk meningkatkan visibilitas usaha yang tengah menghadapi penurunan penjualan.

Pemilik Bakso Aang berharap upaya tersebut dapat membantu usahanya kembali berkembang.

"Sekarang sangat sulit bertahan. Dulu penjualan bisa mencapai ratusan porsi, sekarang hanya puluhan. Semoga dengan pendampingan ini usaha kami bisa lebih menguntungkan ke depannya," tuturnya.

Dosen pembimbing, Sri Wahyuni, S.Pd., M.Pd., menilai program tersebut menjadi bentuk pembelajaran yang memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun pelaku usaha.

"Mahasiswa belajar mengidentifikasi permasalahan UMKM, menganalisis kebutuhan usaha, serta menyusun strategi agar bisnis dapat berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing yang lebih baik," kata Sri.

Program pendampingan ini melibatkan tujuh mahasiswa, yakni Elang Mochammad Traga, Anita Stephani, Gina Nuramala, Jhoni Renaldi Lubis, Muhammad Rafi Khairullah, Belva Syamtalira Aron, dan Habiel Al Ghifari. Melalui kolaborasi tersebut, pihak kampus berharap pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu strategi bagi UMKM kuliner tradisional untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperluas pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....