Kenapa Tidur Akhir Pekan Terasa Berbeda?

  • 30 Agt 2026 14:35 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Tidur pada akhir pekan sering terasa lebih nikmat dibandingkan hari kerja. Ada yang bisa tidur lebih lama, bangun tanpa alarm, atau merasa tubuh akhirnya mendapatkan kesempatan untuk beristirahat. Namun, perbedaan ini tidak selalu berarti kualitas tidur otomatis lebih baik. Perubahan jadwal tidur antara hari kerja dan akhir pekan justru dapat memengaruhi ritme tubuh.

Salah satu penyebabnya adalah perubahan waktu tidur dan bangun. Pada hari kerja, seseorang mungkin harus bangun pada jam tertentu untuk bekerja atau beraktivitas. Ketika akhir pekan tiba, waktu tidur bergeser lebih malam dan bangun lebih siang. Pola seperti ini sering disebut social jet lag, yaitu ketidaksesuaian antara waktu biologis tubuh dan jadwal sosial sehari-hari.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biology menunjukkan bahwa jadwal tidur yang tidak teratur dan pergeseran waktu tidur dapat mengganggu ritme sirkadian. Studi mengenai social jet lag juga menemukan bahwa perbedaan waktu tidur antara hari kerja dan hari libur cukup umum terjadi, terutama pada orang dengan jadwal aktivitas yang ketat.

Tidur lebih lama saat akhir pekan juga bisa menjadi tanda adanya utang tidur. Jika seseorang terus-menerus tidur kurang selama hari kerja, tubuh memiliki kesempatan untuk mendapatkan tambahan waktu tidur ketika tidak harus bangun pagi. National Sleep Foundation merekomendasikan orang dewasa mendapatkan sekitar tujuh hingga sembilan jam tidur per malam, meskipun kebutuhan setiap individu dapat berbeda.

Tidur lebih lama pada akhir pekan tidak selalu buruk. Penelitian yang diterbitkan dalam Sleep menemukan bahwa tidur lebih lama pada hari libur dapat membantu mengurangi sebagian dampak kurang tidur dalam kondisi tertentu. Namun, tidur tambahan tersebut tidak sepenuhnya menggantikan manfaat tidur yang cukup dan teratur setiap malam.

Perbedaan tidur juga bisa dipengaruhi oleh cahaya dan aktivitas harian. Paparan cahaya merupakan salah satu sinyal penting bagi sistem sirkadian tubuh. Pada hari kerja, seseorang mungkin mendapatkan paparan cahaya pagi karena harus berangkat bekerja. Sementara itu, pada akhir pekan, bangun lebih siang dapat mengurangi paparan cahaya pagi dan membuat jam biologis bergeser.

Ada pula faktor kebiasaan. Malam akhir pekan sering digunakan untuk menonton film, bermain gim, berkumpul dengan teman, makan lebih larut, atau berselancar di media sosial. Aktivitas tersebut membuat waktu tidur mundur tanpa terasa. Ketika Senin tiba, tubuh harus kembali mengikuti jadwal lebih awal sehingga bangun pagi terasa lebih berat.

Jika perbedaan jadwal tidur hanya terjadi sesekali, dampaknya mungkin tidak terlalu besar. Namun, perbedaan yang terus terjadi setiap minggu dapat membuat tubuh sulit memiliki pola yang konsisten. Penelitian mengenai keteraturan tidur menunjukkan bahwa pola tidur yang lebih teratur berkaitan dengan kesehatan yang lebih baik, sehingga bukan hanya durasi tidur yang perlu diperhatikan.

Salah satu cara membuat tidur akhir pekan terasa lebih nyaman adalah menjaga jadwal tidur dan bangun tetap relatif konsisten. Tidak harus sama persis dengan hari kerja, tetapi usahakan perbedaannya tidak terlalu jauh. Jika membutuhkan tambahan tidur, tidur sedikit lebih awal pada malam sebelumnya atau menambahkan tidur singkat dapat menjadi pilihan daripada menggeser jadwal secara ekstrem.

Kebutuhan tidur setiap orang memang berbeda. Namun, jika seseorang hampir setiap akhir pekan merasa harus tidur sangat lama, terus mengantuk pada siang hari, atau tetap merasa lelah meskipun sudah tidur cukup, kondisi tersebut layak diperhatikan. Gangguan tidur tertentu dapat menyebabkan seseorang tidak mendapatkan tidur yang berkualitas meskipun durasinya terlihat cukup.

Akhir pekan memang memberikan kesempatan untuk beristirahat lebih santai. Tidur yang terasa berbeda tidak selalu berarti ada masalah, tetapi perbedaan yang terlalu jauh antara jadwal hari kerja dan akhir pekan dapat membuat tubuh harus terus beradaptasi. Menjaga durasi tidur yang cukup dan jadwal yang relatif konsisten dapat membantu tubuh menjalani transisi dari Senin hingga Minggu dengan lebih nyaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....